Hoegeng terkenal dengan sikap tegasnya yang menolak pemberian dari pihak lain, termasuk ketika menjabat sebagai Kapolri. Misalnya, saat bepergian ke daerah-daerah untuk bertemu dengan Kapolda, ia selalu menjadwalkan kunjungan tersebut dan menolak menerima bingkisan apapun setelah rapat selesai dan ia hendak pulang.
Selama kunjungan ke daerah, Hoegeng selalu menggunakan pesawat milik Kepolisian sendiri, meskipun kondisinya kurang baik. Keputusan ini diambil untuk menghindari penggunaan pesawat komersial yang dapat menguras anggaran Kepolisian.
Ketika pulang dari kunjungan, Kapolda sering memberikan bingkisan berupa makanan atau buah-buahan yang telah diletakkan di pesawat. Namun, keunikan karakter Hoegeng tetap terlihat, di mana ia turun dari pesawat dan meminta agar bingkisan tersebut diturunkan sebelum bersedia terbang.
(Arief Setyadi )