Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tampil di Acara Panggung Rakyat Bongkar, Iwa K: Ini Waktunya untuk Bersikap!

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Jum'at, 08 Desember 2023 |05:22 WIB
Tampil di Acara Panggung Rakyat Bongkar, Iwa K: Ini Waktunya untuk Bersikap!
Iwa K (Foto: Okezone.com)
A
A
A

 

JAKARTA - Rapper Iwa K akan mengisi acara akbar bertajuk Panggung Rakyat: Bongkar di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Sabtu 9 Desember 2023. Dia mengaku sengaja tampil dalam acara itu, untuk menyampaikan kegelisahannya sebagai seniman.

“Sebagai pelaku seni di musik hiphop, acara ini saya rasa sebagai keperluan gue untuk mengekspresikan yang gue rasakan yang terjadi di kondisi saat ini. Kenapa masyarakat harus hadir itu perlu atas kejadian yang terjadi? Ini waktunya kita untuk bersikap di Panggung Rakyat Bongkar,” ungkap Iwa K, Kamis (7/12/2023).

Panggung Rakyat: Bongkar merupakan kesadaran kolektif antara seniman dan aktivis untuk menyuarakan permasalahan bangsa yang tengah dihadapi, terutama masalah korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Sementara itu, Pendiri Institusi Musisi Jalanan Andi Malewa mengatakan dirinya juga akan ikut tampil dalam acara tersebut. Acara itu diinisiasi untuk memperingati hari anti korupsi dan hari hak asasi manusia (HAM).

Andi menyampaikan keikutsertaan seniman khususnya musisi diperlukan salah satunya untuk memperjuangkan hak berekspresi. Pasalnya ia menganggap negara gagara mengklasifikasi musisi jalanan yang berakibat tergerusnya hak asasi.

“Musisi jalanan setara dengan gelandangan bahkan gangguan jiwa. Siapa yang buat ini? Negara gagal mengklasifikasikan profesi yang ada di jalanan. Padahal dari pengamen saya bisa kuliah,” kata Andi.

Andi menginginkan pemerintah hadir untuk melakukan tata kelola terhadap musisi jalanan. Ia pun mencontohkan terhadap musisi jalanan yang lebih dihargai di negara luar.

Salah satu contoh nyata pemerintah yang masih abai terhadap dunia seni adalah tidak adanya tema kebudayaan dalam debat capres dan cawapres. Ia pun mengaku akan memberikan kritik lebih keras lewat lagu.

“Beberapa tahun ke belakang mungkin nada kritis dan lirik keras tidak terdengar. Lirik itu akan kembali hadir karena saya gelisah dan heran karena bangsa yang mengakui kebudayaan tapi tidak memasukkan tema kebudayaan dalam debat capres-cawapres,” tuturnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement