Beberapa karyawan TPU tersebut mengakui saat angka kasus Covid-19 mengalami lonjakan drastis, hampir setiap harinya 40-50 jenazah datang dan siap dimakamkan.
Namun, karena keterbatasan lahan, pemerintah memindahkan pemakaman khusus pasien Covid-19 ke wilayah Rorotan, Jakarta Utara.
BACA JUGA:
Di wilayah Tegal Alur juga terdapat salah satu kompleks makam pahlawan yang dapat menampung lebih dari 2.500 jenazah.
Walaupun memiliki lahan yang cukup luas untuk membuka pemakaman. Salah satu permasalahan yang kerap terjadi adalah banjir yang cukup tinggi di daerah pemakaman. Jika curah hujan tinggi biasanya akan banjir hingga mencapai 50 cm. Dengan begitu hal ini menjadi pekerjaan yang harus segera diselesaikan dengan kerjasama antara pemerintah dan pengelola pemakaman.
Demikianlah sejarah dan asal usul penamaan daerah Tegal Alur. Rupanya bukan disebabkan oleh pemukiman orang Tegal. Namun, karena gabungan dari dua kata Tegalan yang artinya jalannya di tengah sawah, dan kata Alur yang artinya garis.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.