Jalan Tol Cipali memiliki 6 Gerbang Tol, yaitu Gerbang Tol Kalijati, Subang, Cikedung, Kertajati, Sumberjaya dan Palimanan dengan total jumlah gardu 44 unit. Jalan Tol Cipali memiliki 6 Interchange dan 99 unit jembatan. Pada layanan lalu lintas, ASTRA Tol Cipali memiliki 12 unit Patroli, 12 unit Derek, dan 12 unit kendaraan Rescue.
Pada layanan informasi ASTRA Tol Cipali memiliki 9 unit Variable Message Sign (VMS), 47 kamera pantau CCTV. Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/ Rest Area) berjumlah 8 rest area yang tersebar 4 berada di arah Jakarta dan 4 di arah Palimanan dengan jenis rest area terdiri dari Tipe A dan Tipe B. Tipe A berada di KM 102 A, KM 101 B, KM 166 A dan KM 164 B, Tipe B beradi di KM 86 A, KM 86 B, KM 130A dan KM 130B.
Jalan Tol Cipali merupakan bagian dari sistem Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan mulai dari Jalan Tol Merak hingga ke Surabaya. Dengan keberadaan Tol Cipali diantara Jakarta – Cikampek dan jalan tol Palimanan – Kanci, Tol Cipali merupakan saluran distribusi utama barang dan transportasi umum di Jawa dan diharapkan keberadaan Tol Cipali akan berdampak positif pada pertumbuhan kawasan industri, perumahan, perkantoran, pariwisata dan agrobisnis. Dengan peresmian beberapa jalur baru di sepanjang Trans Jawa menuju ke Surabaya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi Tol Cipali.
Asal usul disebut tol mematikan:
Alasan kenapa tol Cipali dijuluki tol paling mematikan di dunia dikarenakan tingkat fatalitas (kematian) kecelakaannya yang sangat tinggi.
Seiring dengan perkembangan jumlah kendaraan dan pertumbuhan pembangunan jalan tol yang pesat di Indonesia, Tol Cipali menjadi sorotan karena memiliki angka kecelakaan dan kematian yang mencemaskan.
Menurut data dari Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa setidaknya setiap kilometer di Tol Cipali ada satu korban jiwa.
Beberapa faktor diidentifikasi sebagai penyebab tingginya angka kecelakaan di Tol Cipali, termasuk tingginya perbedaan kecepatan antara kendaraan pribadi dan truk, ketidaklancaran aliran darah dan oksigen karena waktu berkendara yang lama, serta potensi terjadinya microsleep atau hilangnya kesadaran sementara karena kelelahan.
(Rina Anggraeni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.