Maka itu, kata dia, orang di dalam pemerintahan kerap menyebut Rizal Ramli sebagai pembuat kegaduhan. Namun, dampak yang disampaikan Rizal atas kritiknya itu justru telah menyelamatkan keuangan negara, seperti kritiknya pada Maskapai Garuda Indonesia yang berencana membeli pesawat jumbo hingga akhirnya batal.
"Kemudian pembangunan listrik yang 35 ribu watt itu dianggap tidak masuk akal dan dianggap ada perubahan-perubahan kebijakan. Mas Rizal ini di luar maupun di dalam (pemerintahan) tetap kritis sehingga sekarang Indonesia kehilangan tokoh yang mengkritisi siapa saja," katanya.
Dia menambahkan, saat ini Indonesia telah kehilangan salah satu sosok kritikus andal yang berani mengkritik siapa pun tanpa pndang bulu, termasuk teman atau rekannya.
(Fakhrizal Fakhri )