JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengutuk keras tindakan terorisme yang keji dan pengecut di Provinsi Kerman, Iran, yang menewaskan 84 orang.
Provinsi Kerman merupakan tempat kelahiran dan makam Mayjen Qassem Soleimani, sang pahlawan nasional dan internasional dalam perang melawan terorisme, yang mengakibatkan sejumlah warga negara Iran mati syahid atau terluka.
Tidakan kejahatan dan teroris ini menunjukkan betapa besarnya kejahatan dan kekejaman musuh-musuh bangsa Iran dimana mereka dengan pendekatan kekerasan dan kejahatan mencoba untuk mengincar harapan palsu mereka yaitu dapat keluar dari krisis yang mereka buat sendiri.
“Tidak diragukan lagi, para musuh Iran dengan melakukan kejahatan keji terhadap warga negara kami, telah memperkuat persatuan masyarakat Iran dengan cita-cita Mayjen Soleimani serta memperkuat solidaritas bangsa besar Iran. Hal ini pun telah memperdalam permusuhan dan kebencian pihak musuh terhadap kami,” terang kedutaan dikutip siaran pers.
Republik Islam Iran dengan akan menggunakan seluruh kapasitas diplomatik, politik, hukum dan internasionalnya untuk mengutuk serangan teroris yang penuh kebencian ini di seluruh dunia dan mengadili para pelaku dan pihak-pihak yang menjadi otak (Intellectual Actors) di balik serangan ini.
Sejak awal pembentukan illegal rezim Zionis, teror telah menjadi salah satu alat dan pendekatan Zionis untuk memajukan kepentingan mereka.
Di Tengah kejahatan brutal, tindakan illegal dan serangan mematikan terhadap Gaza, rezim Zionis terus melakukan aksi teroris yang agresif di wilayah Suriah. Tindakan yang disengaja ini khususnya ditujukan terhadap penasihat militer Iran, yang telah hadir di negara ini secara sah dan atas permintaan resmi Republik Arab Suriah sejak beberapa tahun silam, dimana mereka telah dan terus memainkan peran penting dalam perang melawan terorisme, kekerasan dan ISIS.