SEORANG pelanggan yang sial menuntut Dunkin’ Donuts setelah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan di salah satu restoran waralaba itu. Alih-alih menikmati kopi dan donat dengan tenang seperti biasa, pelanggan itu justru berurusan dengan toilet yang malfungsi.
Hal itulah yang dialami Paul Kerouac saat dia terkena dampak dari toilet yang meledak di gerai Dunkin’ Donuts. Setelah insiden yang membuatnya berlumuran air kencing dan tinja pada Januari 2022, itu Kerouac menuntut lebih dari USD100.000 (sekira Rp1,5 miliar) dari waralaba tersebut.
Dia mengajukan gugatan pada Rabu, (3/1/2024) di pengadilan negara bagian di Orlando, Amerika Serikat (AS) dengan menyatakan dia menderita ‘cedera jangka panjang yang parah’ setelah ledakan toilet Dunkin’ Donuts di Winter Park, Florida, dua tahun lalu.
“Setelah ledakan toilet, penggugat keluar dari toilet pria dan meminta bantuan dari karyawan dan manajer bisnis (tergugat) untuk membersihkan dirinya, karena ia masih dipenuhi tinja dan air seni manusia setelah keluar dari toilet pria,” demikian bunyi tuntutan tersebut sebagaimana dilansir Unilad.
Seorang karyawan mengatakan kepadanya bahwa mereka mengetahui adanya masalah dengan toilet seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Dalam gugatannya juga disebutkan Kerouac membutuhkan perawatan kesehatan mental dan konseling sejak kejadian tersebut.
Kerouac mengatakan insiden itu membuatnya menderita 'cedera tubuh dan kerusakan psikologis', serta 'cedera emosional yang permanen dan signifikan, penderitaan mental, kehilangan kemampuan untuk menikmati hidup, biaya perawatan dan pengobatan medis'.
Meskipun tampaknya sulit untuk mencoba dan menuntut raksasa kopi dan donat tersebut, mereka telah membayar kepada pelanggan sebelumnya karena tuntutan hukum.
Seorang wanita yang mengaku menderita luka bakar parah tingkat dua dan tiga akibat tumpahan kopi setelah membelinya di Dunkin' Donuts setempat diberikan USD3 juta (sekira Rp46 miliar) dalam gugatannya.
Pengacara wanita tersebut, Benjamin Welch dari Morgan & Morgan, mengatakan insiden itu terjadi pada Februari 2021 karena tutup cangkir tidak terpasang sepenuhnya. Tumpahan tersebut diduga menyebabkan luka bakar di paha, selangkangan, dan perutnya.
Akibat kejadian tersebut, wanita tersebut mengatakan dia masih kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari dan harus mengoleskan krim dan salep beberapa kali sehari.
(Rahman Asmardika)