Kereta harus memutar
Tiga rangkaian kereta api dari Jember terpaksa melintasi wilayah Stasiun Malang akibat perubahan perjalanan imbas anjloknya KA Pandalungan. Ketiga rangkaian kereta ini seharusnya melintasi Stasiun Surabaya Gubeng, namun karena anjloknya KA Pandalungan di emplasemen Stasiun Tanggulangin, Sidoarjo, perjalanan mereka diubah.
Hingga pukul 13.00 WIB Minggu kemarin, empat rangkaian perjalanan kereta api terpaksa memutar dari Stasiun Bangil melalui Stasiun Bangil, melalui Malang dan Kertosono.
Empat rangkaian perjalanan kereta ini yakni KA Ranggajati (115) relasi Jember - Surabaya Gubeng - Cirebon, KA Logawa (211) relasi Jember - Surabaya Gubeng - Purwokerto, KA Sritanjung (241) relasi Stasiun Ketapang Banyuwangi - Surabaya Gubeng - Lempuyangan, dan satu kereta dari Malang KA Jayabaya (107) relasi Stasiun Malang - Surabaya Gubeng - Surabaya Pasar Turi - Jakarta Pasar Senen.
Gerbong yang anjlok ditarik ke Stasiun Sidoarjo
Proses evakuasi KA Pandalungan tim penolong dari Depo Sidotopo, Depo Surabaya Pasarturi, Depo Malang, serta juga crane dari Stasiun Solo.
Setelah berhasil diangkat, rangkaian gerbong KA Pandalungan kemudian ditarik ke Stasiun Sidoarjo.
"Rangkaian gerbong KA Pandalungan tadi ditarik ke Stasiun Sidoarjo, terus penumpangnya dinaikkan bus melanjutkan perjalanan sesuai stasiun tujuan masing-masing. Untuk lokomotif saat ini masih proses evakuasi."
(Salman Mardira)