JAKARTA - Siswa kelas tiga SMA di daerah Bantul, Yogyakarta mengungkapkan rasa khawatirnya akan masa depan pada calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo.
“Bagaimana kebijakan bapak untuk bisa mendukung anak muda di desa, Pak?” ucap Nawis pada Ganjar saat berada di acara Perintis RISE di Post Bloc, Jakarta, Minggu (14/1/2024).
Masalah tersebut sebenarnya telah masuk dalam salah satu program kerja calon presiden dan calon wakil presiden Ganjar Pranowo - Mahfud MD. Ada yang namanya program “satu keluarga satu sarjana”. Program ini untuk membantu masyarakat yang tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Dengan muda-mudi yang berpendidikan, tentunya negara ini benar-benar bisa mencapai Indonesia emas 2045.
“Mengapa saya membuat program ‘satu keluarga miskin satu sarjana’? Karena sebagian mereka yang miskin biasanya atas pendidikannya agak kurang. Maka fasilitas rata-rata pendidikan yang baik di kota,” kata Ganjar Pranowo.
Setelah berhasil menimba ilmu sebanyak-banyaknya, anak-anak di desa bisa kembali ke desanya untuk membangun desa tempat asalnya, salah satunya dengan membangun desa wisata.
Sebagaimana data yang disampaikan Sandiaga Uno jika desa wisata saat ini mengalami pertumbuhan. Bahkan ketika desa wisata bertumbuh pemerintah akan akan mendapat kucuran dana dari pemerintah.
“Waktu saya jadi gubernur, kita kasih stimulus mereka dapat anggaran dari pemerintah. Kalau dulu Rp50 juta, Rp100 juta, Rp200 juta. Kalau mereka mengelola desa wisata bagus kita memberikan Rp1 miliar,” tutur Ganjar Pranowo.
Hal tersebut merupakan suatu peluang untuk anak-anak yang belajar di kota untuk kembali ke desa dan menbangun desanya.