Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bawaslu Telusuri Rekaman Diduga Dandim, Kapolres dan Kejari Batu Bara Menangkan Prabowo-Gibran

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Senin, 15 Januari 2024 |13:38 WIB
Bawaslu Telusuri Rekaman Diduga Dandim, Kapolres dan Kejari Batu Bara Menangkan Prabowo-Gibran
Kantor Bawaslu RI (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia sedang menelusuri video viral berupa rekaman percakapan diduga para pejabat di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Rekaman tersebut beredar di media sosial dengan narasi 'Bocor! Rekaman perbincangan antara Dandim, Bupati, Kapolres, dan Kejari Batu Bara'. Dalam rekaman itu, para pejabat tengah menyusun strategi untuk memenangkan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

"Bawaslu sedang melakukan penelusuran," kata Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty saat dikonfirmasi, Senin (15/1/2024).

 BACA JUGA:

Sebelumnya rekaman dengan narasi perbincangan antara pejabat di Batu Bara viral di sosial media.

Dalam rekaman suara viral itu, mereka diduga melakukan rencana untuk memenangkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Mereka banyak menyebut dana desa sebagai salah satu sumber dana pemenangan.

Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud meminta dugaan pengarahan dana desa untuk mobilisasi dukungan ke pasangan calon nomor urut 2 diusut tuntas.

 BACA JUGA:

Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis, mengatakan rekaman diduga suara Kajari Batubara dalam pertemuan tertutup dengan Pj Bupati dan Kapolres Batubara yang mengarahkan agar seluruh pemerintah desa mengarahkan dana desa untuk mendukung pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo-Gibran merupakan bentuk konspirasi politik yang sangat kejam.

“Kalau itu benar-benar terjadi ini adalah bentuk konspirasi yang dimulai dari Batubara,” kata Todung Mulya Lubis di Posko TPD Ganjar Mahfud Sumut, Jalan Sei Serayu Medan, Minggu (14/1/2024).

Sementara Mabes TNI dan Kejaksaan Agung membantah video tersebut dengan mengatakan hoaks.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement