Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jejak Andi Djemma, Raja Luwu yang Berani Ancam Tentara Sekutu

Arief Setyadi , Jurnalis-Selasa, 23 Januari 2024 |05:14 WIB
Jejak Andi Djemma, Raja Luwu yang Berani Ancam Tentara Sekutu
Kisah Andi Djema (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Andi Djemma, seorang tokoh Pahlawan Nasional dan raja (datu) Kerajaan Luwu, dikenal di masyarakat Luwu dan Sulawesi Selatan sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia. Lahir pada 23 Februari 1901 di Palopo, Sulawesi Selatan, Andi Djemma adalah putra dari Andi Kambo, raja Kerajaan Luwu.

Meskipun berasal dari keluarga kerajaan dan mendapat pendidikan formal di Inlandsche School, Andi Djemma memilih mengorbankan kenyamanan hidupnya untuk berjuang melawan penjajahan di tanah kelahirannya. Setelah sang ayah meninggal pada 1935, nama Andi Djemma masuk dalam daftar calon pengganti raja Luwu.

Melalui proses seleksi Dewan Adat yang melibatkan Ade Sappulu Dua, Andi Djemma akhirnya ditetapkan sebagai Datu Luwu oleh Pemerintah Belanda, sebagaimana menukil dari sindonews.

Andi Djemma aktif dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada 19 Agustus 1945, ia mendapat kabar tentang Proklamasi Kemerdekaan dari anaknya, Andi Ahmad, dan segera menyebarkannya di tengah masyarakat. Ia turut mendirikan organisasi Soekarno Muda (SM), yang kemudian berganti nama menjadi Pemuda Nasional Indonesia (PNI) dan akhirnya menjadi Pemuda Republik Indonesia (PRI).

Pada 2 September 1945, di bawah pimpinan Andi Ahmad, anggota Soekarno Muda berhasil merebut senjata Jepang di Palopo. Namun, situasi menjadi tegang ketika pasukan Australia, sebagai perwakilan sekutu, tiba di Sulawesi Selatan pada November 1945.

Kesepakatan awal antara Andi Djemma dan komandan Sekutu berubah ketika Brigadir Jenderal Chilton menyatakan bahwa NICA adalah bagian dari pasukan Sekutu sehingga menciptakan ketegangan di Luwu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement