Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jejak Andi Djemma, Raja Luwu yang Berani Ancam Tentara Sekutu

Arief Setyadi , Jurnalis-Selasa, 23 Januari 2024 |05:14 WIB
Jejak Andi Djemma, Raja Luwu yang Berani Ancam Tentara Sekutu
Kisah Andi Djema (Foto: Ist)
A
A
A

Pada 21 Januari 1946, pasukan NICA/Belanda melakukan tindakan provokatif di masjid Kampung Bua, memicu kemarahan rakyat. Andi Djemma dan KH M Ramli mengirim ultimatum kepada komandan pasukan NICA, menuntut mereka segera meninggalkan Palopo. Ultimatum tidak diindahkan, dan pada 23 Januari 1946, para pemuda melancarkan serangan terhadap pasukan Belanda di Kota Palopo. Meskipun terjadi pertempuran dengan bantuan pasukan Australia, NICA berhasil menguasai Palopo.

Pada 2 Juni 1946, Andi Djemma dan keluarganya ditangkap oleh kolonial Belanda. Setelah menjalani pengasingan, Andi Djemma dibebaskan pada 2 Februari 1950. Dia meninggal pada 23 Februari 1965 dan dihormati sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah Republik Indonesia pada 8 November 2002 sebagai pengakuan atas peran pentingnya dalam perjuangan kemerdekaan.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement