Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, Ukraina meluncurkan 20 peluru kendali udara ke Krimea, dan pertahanan udara Rusia menghancurkan 17 di antaranya di Laut Hitam dan tiga lainnya di semenanjung.
Dilaporkan bahwa beberapa rudal dicegat di dekat lapangan terbang Belbek dekat kota Sevastopol.
“Militer kami berhasil menghalau serangan besar-besaran terhadap Sevastopol,” kata gubernur kota yang ditunjuk Rusia, Mikhail Razvozhaev, pada Rabu (31/1/2024), seraya menambahkan lebih dari enam rudal ditembak jatuh.
Razvozhaev mengatakan sekitar selusin bangunan terkena puing-puing yang berjatuhan, yang mengakibatkan jendela pecah dan kerusakan lainnya, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Mykola Oleshchuk, Komandan Angkatan Udara Ukraina, pada Rabu (31/1/2024) di sebuah posting Telegram, disertai dengan video ledakan, mengatakan lapangan terbang Belbek dulunya merupakan pangkalan Brigade Penerbangan Taktis ke-204 Ukraina.
“Penerbang Ukraina pasti akan pulang ke lapangan terbang asalnya. Sementara itu, saya berterima kasih kepada semua orang yang berkontribusi dalam pembersihan Krimea dari kehadiran Rusia,” kata Oleshchuk.
Yurii Ihnat, juru bicara Komando Angkatan Udara, pada Kamis (1/2/2024) menggemakan komentar tersebut, dengan mengatakan fasilitas tertentu di semenanjung terkena serangan.
CNN tidak dapat memverifikasi klaim kedua belah pihak secara independen.
Serangan-serangan itu terjadi ketika berkembangnya spekulasi mengenai kemungkinan pemecatan Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Valerii Zaluzhnyi, menyusul berkembangnya spekulasi selama berminggu-minggu mengenai ketegangan dengan Presiden Volodymyr Zelensky.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.