Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Usulan Gencatan Senjata Hamas yang Ditolak Netanyahu, Minta Jeda Selama 135 Hari

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 08 Februari 2024 |10:51 WIB
Ini Usulan Gencatan Senjata Hamas yang Ditolak Netanyahu, Minta Jeda Selama 135 Hari
Israel tolak usulan gencatan senjata Hamas (Foto: Reuters)
A
A
A

DOHA - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menolak usulan gencatan senjata yang diusulkan Hamas. Netanyahu mengklaim pihaknya akan segera menang total di Gaza, sehingga tidak perlu menyetujui usulan Hamas tersebut.

Lalu apa isi usulan gencatan senjata versi Hamas? Hamas diketahui telah mengusulkan rencana gencatan senjata yang akan meredam senjata di Gaza selama empat setengah bulan atau 135 hari.. Usulan ini termasuk semua sandera akan dibebaskan dan Israel harus menarik pasukannya dari Jalur Gaza dan kesepakatan akan tercapai untuk mengakhiri perang.

Usulan Hamas terhadap terhadap tawaran yang dikirim pekan lalu oleh mediator Qatar dan Mesir merupakan dorongan diplomatik terbesar untuk menghentikan pertempuran, dan disambut dengan harapan serta kelegaan di Jalur Gaza.

Menurut rancangan dokumen yang dilihat oleh Reuters, usulan tandingan Hamas berisi tiga fase gencatan senjata, yang masing-masing berlangsung selama 45 hari. Hamas akan menukar sisa sandera Israel yang mereka tangkap pada 7 Oktober dengan tahanan Palestina. Rekonstruksi Gaza akan dimulai, pasukan Israel akan ditarik sepenuhnya, serta pertukaran jenazah.

Sebuah sumber yang dekat dengan perundingan mengatakan usulan tandingan Hamas tidak memerlukan jaminan gencatan senjata permanen sejak awal, namun diakhirinya perang harus disepakati selama gencatan senjata sebelum sandera terakhir dibebaskan.

Menurut dokumen tersebut, selama fase 45 hari pertama, semua sandera perempuan Israel, laki-laki di bawah 19 tahun dan orang tua serta orang sakit akan dibebaskan, sebagai imbalan atas pembebasan perempuan dan anak-anak Palestina dari penjara Israel. Israel juga akan menarik pasukannya dari daerah berpenduduk padat selama tahap pertama.

Penerapan fase kedua tidak akan dimulai sampai kedua pihak menyelesaikan pembicaraan tidak langsung mengenai persyaratan yang diperlukan untuk mengakhiri operasi militer bersama dan kembali tenang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement