Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Alasan Eep Saefulloh Sebut Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Reformasi

Devi Ari Rahmadhani , Jurnalis-Minggu, 18 Februari 2024 |07:48 WIB
Alasan Eep Saefulloh Sebut Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Reformasi
Eep Saefulloh Fatah (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA — Pendiri dan CEO PolMark Research Center, Eep Saefulloh Fatah mengatakan bahwa Pemilu 2024 merupakan pesta demokrasi terburuk yang pernah diamatinya sepanjang sejarah reformasi di Indonesia. Apa alasannya?

“Ini adalah pemilu yang buruk sepanjang perjalanan saya mengikuti dan menjalani pemilu di masa reformasi,” kata Eep melalui saluran YouTube Keep Talking dikutip, Minggu (18/2/2024).

Salah satu indikator yang membuat Pemilu 2024 sangat buruk, menurut Eep, adalah keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam cawe-cawe untuk pemenangan salah satu pasangan capres-cawapres.

 BACA JUGA:

Seperti diketahui bahwa Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi maju sebagai cawapres mendamping Prabowo Subianto. Majunya Gibran sangat kontroversi karena sampai diubahnya syarat pencalonan oleh Mahkamah Konstitusi yang saat itu dipimpin Anwar Usman, ipar Jokowi sekaligus paman Gibran.

“Indikator yang sangat penting adalah keterlibatan Presiden Jokowi dalam pemilu adalah keterlibatan dalam tingkat yang terburuk dibandingkan yang pernah kita jalani,” ucap Eep.

“Sedih saya mengatakan ini, tidak bangga saya mengatakan ini, tetapi saya harus jujur mengatakan yang sesungguhnya yang saya rasakan. Mari kita menatap hari ini, mari kita menatap hari esok seorang warga negara,” imbuhnya.

 BACA JUGA:

Menurut Eep apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi saat ini harus dilawan. Sebab, hal tersebut sebagai bentuk penyelewengan yang dilakukan oleh kepala negara.

“Perlawan terhadap Joko Widodo harus dilakukan oleh siapapun yang sepakat bahwa sebagai presiden dan kepala negara beliau telah melakukan penyelewengan,” kata Eep.

Sebaliknya, Eep meminta masyarakat untuk berempati dan bersimpati pada paslon yang berjuang menaati peraturan hukum yang ada untuk memimpin Indonesia.

“Saat ini, empati dan simpati harus kita berikan kepada orang yang sedang berjuang di Indonesia saat ini, perjuangan mereka tidak main-main, mengamankan suara mereka dan mengamankan hak mereka,” pungkas Eep.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement