Tak heran jika tugas pertama yang Tribuhawana berikan kepada putranya ketika menginjak usia ke-21, adalah bersama-sama Gajah Mada mencari calon mempelai yang cocok dari sebuah negeri besar, sehingga dari pernikahan tersebut, akan lahir aliansi yang penting bagi Majapahit. Hayam Wuruk menyambut tantangan itu. Sayangnya, ia melakukan segala sesuatunya sendirian, tanpa meminta pertimbangan Gajah Mada.
Naluri mudanya menegaskan Hayam Wuruk ingin menunjukkan kemandirian dari sang Mahapatih Gajah Mada. Langkahnya memang amat mengesankan, sayang raja muda ini keliru memilih topik yang sensitif sebagai bahan ujian.
Pilihan tersebut menyebabkan kunjungan resmi Sunda ke Bubat dalam rangka merayakan pernikahan berakhir tragis. Peristiwa yang terjadi pada ini menimbulkan trauma, karena setelah itu Majapahit terus berseteru dengan Sunda, negeri terpenting yang masih menolak tunduk pada Majapahit. Dalam sejarah Jawa, isu ini mengundang perdebatan yang berkepanjangan tiada akhir.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.