NAMA aslinya Gusti Raden Mas Sujadi. Lahir di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, 3 Maret 1880, dan meninggal 22 Oktober 1939 pada usia 59 tahun. Ia memerintah sejak 1921-1939. Dinobatkan menjadi Sultan Yogyakarta pada 8 Februari 1921.
Pada masa Hamengku Buwono VIII, Kesultanan Yogyakarta mempunyai banyak dana yang dipakai untuk berbagai kegiatan termasuk membiayai sekolah-sekolah kesultanan. Putra-putra Hamengku Buwono VIII banyak disekolahkan hingga perguruan tinggi, banyak di antaranya di Belanda. Salah satunya adalah GRM Dorojatun, yang kelak bertahta dengan gelar Hamengku Buwono IX, yang bersekolah di Universitas Leiden.
Pada masa pemerintahannya, ia banyak mengadakan rehabilitasi bangunan kompleks Keraton Yogyakarta. Salah satunya adalah Bangsal Pagelaran yang terletak di paling depan sendiri (berada tepat di selatan Alun-alun Utara Yogyakarta). Bangunan lainnya yang direhabilitasi adalah tratag Siti Hinggil, Gerbang Donopratopo, dan Masjid Gedhe.
Ia meninggal pada 22 Oktober 1939 di kereta api di daerah Wates, Kulonprogo dalam perjalanan pulang dari Jakarta untuk menjemput GRM Dorojatun dari negeri Belanda.
GRM Dorojatun mendadak dipanggil pulang yang belum sempat menyelesaikan sekolahnya. Di Batavia, Sultan menyerahkan keris Kyai Ageng Joko Piturun kepada GRM Dorojatun sebagai tanda suksesi kerajaan, sekaligus sebagai isyarat bahwa GRM Dorojatun-lah yang kelak akan menggantikan sebagai Sultan.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.