Satu per satu warga yang fotonya ikut ditancapi jarum lantas buka suara. Beberapa di antara mereka mengaku kerap mengalami rasa sakit yang tak biasa. Bahkan, ketika berobat ke rumah sakit disebutkan tak ada diagnosa penyakit medis.
"Memang saya merasakan sakit pada waktu tertentu aja, tiap Jumat jam setengah 12 siang, tiap habis maghrib sampai waktu Isya," tutur Egy Abdulgani yang juga berprofesi sebagai perukyah.
Karena desakan warga, HE pun akhirnya membuat surat pernyatan bermaterai disaksikan petugas kepolisian dan pengurus RW. Tertera dalam isi pernyataan itu jika HE tak akan mengulangi kegiatan spiritualnya.
"Dengan ini menyatakan, tidak lagi melakukan kegiatan spiritual," bunyi surat itu.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.