Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korupsi BTS Kominfo, Windi Purnama Dituntut 4 Tahun Penjara

Nur Khabibi , Jurnalis-Senin, 04 Maret 2024 |16:32 WIB
Korupsi BTS Kominfo, Windi Purnama Dituntut 4 Tahun Penjara
Sidang Windi Purnama, terdakwa kasus korupsi BTS Kominfo (Foto: Nur Khabibi)
A
A
A

JAKARTA - Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera, Windi Purnama dituntut 4 tahun penjara dalam perkara korupsi proyek pembangunan penyediaan infrastruktur base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) 2020–2022.

Hal itu sebagaimana pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung (Kejagung).

Menurut JPU, Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada kasus korupsi yang menyeret eks Menkominfo Johnny G. Plate.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Windi Purnama dengan pidana penjara selama 4 tahun dikurangkan sepenuhnya dengan lamanya terdakwa ditahan," kata JPU di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (4/3/2024).

Jaksa juga menuntut terdakwa membayar denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar. Maka, diganti dengan pidana selama enam bulan penjara.

Sebelumnya, Jaksa mendakwa Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera, Windi Purnama melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam perkara korupsi pembangunan penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo 2020–2022.

"Telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan yaitu menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain," kata JPU pada Kejagung saat membacakan dakwaan.

Jaksa menjelaskan, dalam melakukan hal tersebut Windi bersama-sama dengan Komisaris PT Solitech Media Sinergy, Irwan Hermawan; Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Achmad Latif; dan Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, Galumbang Menak Simanjuntak.

Dalam kesempatan tersebut, Jaksa juga membeberkan secara detail penerimaan uang oleh Windi terkait kasus BTS 4G, berikut catatannya:

1. Terdakwa Windi Purnama atas arahan Irwan Hermawan menerima sejumlah uang senilai Rp37.000.000.000,- dari Jemmy Sutjiawan bagian dari komitmen fee atas pekerjaan paket 1 dan 2 dari subkon PT Sansaine Exindo.

2. Terdakwa Windi Pumama atas arahan Irwan Hermawan dan Galumbang Menak Simanjuntak menerima sejumlah uang senilai Rp27.500.000.000,- dari Steven Setiawan Sutrina bagian dari komitmen fee atas pekerjaan paket 4 dan 5 dari subkon PT Waradana Yusa Abadi.

3. Terdakwa Windi Purnama atas arahan Irwan Hermawan dan Galumbang Menak Simanjuntak menerima sejumlah uang senilai Rp7.000.000.000,- dari Arya Damar dan Alfi Asman bagian dari komitmen fee atas pekerjaan paket 3 dari subkon PT. Lintasarta.

4. Terdakwa Windi Pumama atas arahan Irwan Hermawan menerima sejumlah uang senilai Rp29.000.000.000,- dari Bayu Erriano Affia bagian dari komitmen fee atas pekerjaan pengawasan fiktif dari PT Sarana Global Indonesia yang diterima dari Lintas Artha sebesar Rp33.000.000.000,- setelah dipotong untuk kepentingan PT. Sarana Global Indonesia sebesar Rp4.418.427.133,-

5. Terdakwa Windi Purnama atas arahan Irwan Hermawan menerima sejumlah uang senilai Rp23.000.000.000,- dari Irwan bagian dari komitmen fee atas. pekerjaan pengawasan fiktif dari PT. JIG Nusantara Persada yang diterima dari Lintas Artha sebesar Rp28.000.000.000,- setelah dipotong untuk kepentingan PT JIG Nusantara Persada sebesar Rp5.000.000.000,-

6. Terdakwa Windi Purnama atas arahan Irwan Hermawan Galumbang Menak. Simanjuntak dan Anang Ahmad Latif menerima sejumlah uang senilai Rp.60.000.000.000,- dari Muh.Yusriszki Muliawan bagian dari komitmen fee atas pekerjaan power system Paket 1,2,3,4 dan 5.

7. Terdakwa Windi Purnama atas arahan Irwan Hermawan Galumbang Menak Simanjuntak dan Anang Ahmad Latif menerima sejumlah uang senilai Rp57.000.000.000,- dari Jemmy Sutjiawan bagian dari komitmen fee atas pekerjaan paket 1 dan 2.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement