ARAB SAUDI - Dalam beberapa tahun terakhir, Angkatan Laut (AL) milik Arab Saudi telah mengalami kemajuan pesat.
Melansir Business Insider, Riyadh diketahui telah memperoleh kapal perang yang lebih canggih, serta menunjukkan peningkatan untuk berpartisipasi dan memimpin satuan tugas maritim di Teluk Persia.
Perubahan tersebut mencerminkan investasi militer dan respon terhadap ancaman di kawasan. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungannya terhadap Amerika Serikat (AS).
Seorang analis di Gulf State Analytics, Jacopo Maria Mazzucco mengatakan bahwa AL Arab Saudi telah mengambil kendali dua gugus tugas angkatan laut di wilayah mereka. Hal ini mencerminkan perubahan besar dalam pemikiran maritim di Riyadh.
Mazzucco menambahkan, bahwa Arab Saudi telah mengambil langkah nyata untuk memodernisasi armadanya dan menunjukkan kemampuannya menggunakan kapal perang barunya.
Kapal-kapal tersebut telah terlibat dalam situasi nyata dan telah meningkatkan kontribusi mereka terhadap koalisi keamanan maritim yang dipimpin oleh AS. Mereka juga telah mengambil langkah besar dan penting untuk melindungi jalur laut di sepanjang pantai.
Lantas, apa saja jenis kapal perang yang dinilai paling canggih? Berikut jenis dan penjelasan dari 3 kapal perang Arab Saudi tersebut dilansir berbagai sumber:
1. Kapal Korvet Saudi Avante 2200
Diketahui Riyadh tengah memodernisasi armada, dengan lima korvet kelas Avante 2200 terbaru. Korvet tersebut dipesan dari Spanyol pada 2018 berdasarkan kontrak.
Kapal perang senilai USD1,79 miliar atau sekitar Rp27,891 triliun ini dilengkapi torpedo, rudal anti-kapal Harpoon, rudal pertahanan udara RIM-162 dan meriam 76mm, sehingga mampu menyerang sasaran udara dan permukaan.
2. Kapal Fregat Kelas Al Riyadh
Mengutip sumber lain, Kapal Fregat Kelas Al Riyadh adalah versi modifikasi dari Fregat Kelas La Fayette, yang dibuat oleh Naval Group.
Diketahui kapal berbobot 4.650 ton ini menambah kapal fregat ini dari Perancis, pada awal tahun 2000-an. Kapal ini dilengkapi dengan delapan rudal permukaan-ke-permukaan MBDA Exocet MM40 Block II, dua sistem peluncuran vertikal Sylver delapan sel untuk rudal permukaan-ke-udara (SAM) Eurosam (MBDA dan Thales) Aster 15, meriam Super Rapid 76 mm/62 Oto Melara, dan empat tabung torpedo 533 mm di buritan.
Selain itu, kapal ini dilengkapi dengan torpedo anti-kapal selam kelas berat DCNS F17. Di belakang kapal juga terdapat satu tempat pendaratan helikopter berukuran sedang.
3. Kapal Tempur Permukaan Multi-Misi (MMSC)
Kapal MMSC didasarkan pada kapal tempur pesisir kelas Freedom. Kapal ini akan menjadi yang tercanggih di Armada Timur jika telah beroperasi pada paruh waktu dekade kedua ini.
Menurut Defence IQ, dibandingkan Kapal Tempur Littoral Kelas Kebebasan (LSC), MMSC lebih unggul karena dilengkapi rudal anti-kapal over the horizon dan sistem peluncuran vertikal delapan sel MK41 yang memberikan kemampuan anti-udara yang signifikan.
Walaupun demikian, sistem manajemen tempurnya masih memiliki kemiripan. MMSCC menggunakan sistem manajemen tempur COMBATTS-21 yang berasal dari sistem tempur Aegis, yang memberi fitur canggih berupa kemampuan anti-udara dan anti-permukaan.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.