Di kota Medan, Sumatera Utara, ada sebuah masjid yang masih berdiri kokoh sejak tahun 1854.
Masjid yang kental dengan budaya Melayu ini, merupakan masjid tertua di kota Medan, peninggalan Kesultanan Deli.
Masjid Raya Al Osmani atau yang sering disebut warga sekitar sebagai Masjid Kuning, terletak di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara.
Masjid peninggalan Kerajaan Deli oleh Sultan Osman Perkasa Alam yakni Sultan Ketujuh pada tahun 1854 ini, merupakan masjid tertua di Kota Medan yang telah berumur 170 tahun yang menjadi kebanggaan warga pesisir Kota Medan.
Memiliki warna khas Melayu yakni dominan kuning, Masjid Raya Al Osmani ini memiliki gabungan struktur bangunan berbagai negara yakni Eropa, China, Turki dan Melayu. Masjid ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah Kota Medan.
Selama bulan suci Ramadan, Masjid Raya Al Osmani ini, biasa digunakan jemaah untuk melaksanakan salat tarawih, iftar jamai atau berbuka puasa bersama, tadarus hingga pelaksana salat idulfitri.
Sementara itu, sebuah pondok pesantren di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat memiliki salat tarawih super cepat. Dengan total 23 rakaat, di ponpes ini, tarawih selesai dalam waktu tujuh menit.