Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 24 Maret: Wafatnya Sultan Hamengkubuwono I hingga Jatuhnya Pesawat Germanwings

Awaludin , Jurnalis-Minggu, 24 Maret 2024 |05:30 WIB
 Peristiwa 24 Maret: Wafatnya Sultan Hamengkubuwono I hingga Jatuhnya Pesawat Germanwings
Sri Sultan HB I (foto: dok ist)
A
A
A

BANYAK peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 24 Maret di sepanjang perjalanan hidup manusia. Di antaranya adalah perang kotor di Argentina dan jatuhnya Pesawat Germanwings yang menewaskan 150 orang.

Okezone merangkum beberapa momen penting yang terjadi pada 24 Maret yang bersumber dari Wikipedia :

1. Wafatnya Sri Sultan Hamengkubuwono I

Sri Sultan Hamengkubuwana I atau Sri Sultan Hamengkubuwono I, lahir di Kartasura, 6 Agustus 1717 dan wafat di Yogyakarta, 24 Maret 1792 pada umur 74 tahun. Ia adalah merupakan pendiri sekaligus raja pertama Kesultanan Yogyakarta yang memerintah tahun 1755 - 1792.

Melansir dari Kratonjogja.id, pendiri dan pembangun Keraton Yogyakarta ini lahir dengan nama Bendara Raden Mas (BRM) Sujono, putra Sunan Amangkurat IV melalui garwa selir yang bernama Mas Ayu Tejawati. Kelak, sebagai peletak dasar budaya Mataram, beliau akan memberi warna dan ruh tidak hanya bagi lingkungan keraton tetapi seluruh masyarakat Yogyakarta.

Sedari kecil, BRM Sujono dikenal sangat cakap dalam olah keprajuritan. Beliau mahir berkuda dan bermain senjata. Selain itu, beliau juga dikenal sangat taat beribadah sembari tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Budaya Jawa.

Berkat kecakapan itulah, ketika paman beliau yang bernama Mangkubumi meninggal pada tanggal 27 November 1730, beliau lalu diangkat menjadi Pangeran Lurah. Yaitu pangeran yang dituakan di antara para putera raja. Kelak, ketika sudah dewasa, beliau juga menyandang nama yang sama dengan pamannya. BRM Sujono kemudian lebih dikenal sebagai Pangeran Mangkubumi.

Sifat beliau ini menghasilkan kesetiaan yang mendalam di antara para pengikutnya. Pada tahun 1746, ketika mengangkat senjata melawan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), Pangeran Mangkubumi memiliki pengikut sebanyak 3.000 prajurit. Pada tahun 1747 jumlahnya meningkat pesat menjadi 1.3000 prajurit, di antaranya terdapat 2.500 prajurit berkuda. Kesetiaan dan kesediaan mengikuti beliau ini kemudian meluas hingga ke masyarakat umum pada tahun 1750.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement