JAKARTA – Wakil Presiden Maruf Amin menyambut baik kerja sama Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) dan Yayasan Nur Quran Indonesia dalam gelaran Indonesia Qur’an Hours, di Masjid Istiqlal Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini diawali dengan Seminar dan Workshop yang mengusung tema “Meneratas Jalan Kemandirian Ekonomi Umat menuju Indonesia Emas 2045“.
Wapres mengajak umat Islam di Tanah Air sebagai penduduk mayoritas bangsa Indonesia untuk memperkuat kemampuan ekonominya.
“Kita menyongsong Indonesia emas 2045, kita umat Islam harus menjadi umat yang harus memberikan kontribusi yang besar, menjadi umat yang kuat ekonominya,”ujarnya beberapa waktu lalu.
Dikatakannya, tantangan menuju kemandirian umat salah satunya disebabkan oleh lemahnya kualitas sumber daya manusia.
Selain itu harus didorong adanya kontribusi semua pihak khususnya pesantren untuk mewujudkan kemandirian umat secara menyeluruh, karena kemandirian umat itu berarti melakukan penguatan, taqwiyat ul ummah, dalam pendidikan dan ekonomi.
“Karena itu, perlu ada ikhtiar dalam rangka menumbuhkan semangat, mendorong adanya partisipasi dan kontribusi semua kalangan dalam rangka menuju kemandirian ekonomi umat,” ujarnya.
Oleh karena itu, dia berharap umat Islam Indonesia dapat mengejawantahkan setiap ajaran Alquran dalam kesehariannya.
“Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan kita sebagai umat ahlul Qur’an yang selalu membaca Qur’an tiap menit tiap jam dan mengamalkan Al-Qur’an dan menerapkan Al-Qur’an dalam semua aspek, termasuk dalam bidang ekonomi yang masyru’ah, sesuai dengan syariah,” pungkasnya.
Langkah Pemerintah Indonesia untuk mencapai misi Indonesia Emas 2045 disambut positif oleh pelaku bisnis di Tanah Air, salah satunya Djoni Rosadi.
Pelaku bisnis asal Kota Bandung ini memandang, institusi pesantren yang jumlahnya mencapai ribuan di tanah air memainkan peran besar sebagai pilar dan kekuatan ekonomi dalam mewjudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.