Lokasi yang strategis itulah membuat kawasan bandar dagang Sungai Porong begitu dikenal. Bahkan konon ada dua orang saudagar asal Cina yakni Chou Yu Kua dan Chou Ku Fei, yang mencatat tentang kejayaan bandar dagang di Sungai Porong.
Menurut Chou Yu Kua, bandar dagang di Sungai Porong merupakan pelabuhan besar dengan pajak murah dan kantor - kantor dagang berjejer, dengan suasana yang sangat menyenangkan. Kantor-kantor dagang itu mengurusi palawija, emas, gading, perak, dan kerajinan tangan yang disukai oleh orang-orang Ta- shi (Arab). Pusat perdagangan berada di Yeo-thong, atau Jedong, yang sekarang masuk Ngoro.
Tak mengherankan bila lokasi itulah menjadikan Kerajaan Jenggala ramai dikunjungi pedagang - pedagang dari Nusantara dan luar negeri. Tak ayal pendapatan kerajaan juga disuplai oleh pemasukan dari bandar dagang. Berkembangnya Kerajaan Jenggala ini juga tak lepas dari peran sentral Mapanji Garasakan, yang berhasil mengantarkan kerajaan ke masa kejayaan.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.