JAKARTA - Polisi menembak mati satu dari lima pelaku dalam kasus begal, dengan korban calon siswa (casis) Bintara Polri bernama Satrio Mukti Raharjo (18). Dokter forensik mengungkap polisi menembak pelaku pada bagian dada.
Berikut sejumlah faktanya:
1. Inisial Pelaku
Adapun pelaku yang dihempaskan timah panas itu berinisial PN. PN merupakan salah satu pelaku utama yang juga berperan membacok korban.

Jari Casis Bintara Putus Dibegal, Kapolri Beri Penghargaan Masuk Polri Jalur Khusus Disabilitas
"(Luka tembak) Dada, jadi dada, pertengahan dada, keluar di dada kiri dan cuman 1 luka tembak," kata Dokter Forensik Rumah Sakit Polri, Niken di RS Polri Kramat Jati, Kamis (16/5/2024).
2. Ditembak di Dada
Luka tembak itu ditemukan saat pemeriksaan jenazah. Adapun, timah panas itu menembus dari bagian depan tubuh pelaku ke bagian belakang.
BACA JUGA:
"Memang benar, telah kami terima seorang jenazah laki-laki dengan inisial PN, kami terima tadi malam dengan luka tembak masuk dari depan dan keluar dari mengarah ke kiri belakang," jelasnya.
3. Melakukan Perlawanan
Dalam penjelasan polisi, penembakan dilakukan lantaran PN melakukan perlawanan saat polisi melakukan penyelidikan ke TKP bersama tersangka. Selain PN, Polisi sebenarnya juga menembakkan timah panas kedua pelaku utama lainnya yakni AY dan MS, keduanya ditembak di bagian kaki lantaran mencoba untuk kabur.
4. Pelaku Lain Ditembak di Kaki
"Jadi kami jelaskan untuk inisial, yang ditembak mati adalah pelaku utama atas nama PN, untuk pelaku utama ada tiga, yang dua atas nama AY dan MS, ditembak di kaki," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Rovan Richard Mahenu.
Sementara, selain tiga orang pelaku utama, polisi juga meringkus C dan W. C dalam kasus ini berperan menjual motor korban dan W sebagai penadahnya.
(Qur'anul Hidayat)