PERTH – Angkatan Pertahanan Australia (ADF) akan mengizinkan rekrutan dari negara-negara asing, termasuk Inggris, untuk membantu meningkatkan pangkatnya.
Australia sedang berjuang mengatasi kekurangan tentara, seiring upayanya untuk meningkatkan angkatan bersenjatanya dalam menghadapi apa yang dikatakannya sebagai ancaman regional yang semakin meningkat.
Mulai bulan Juli, warga negara Selandia Baru yang merupakan penduduk tetap Australia dapat mengajukan permohonan untuk bergabung, dan mulai tahun depan akan diperluas ke rekrutan dari Inggris dan negara-negara lain termasuk Amerika Serikat (AS) dan Kanada.
Menteri Pertahanan Richard Marles mengatakan perubahan persyaratan kelayakan ini penting untuk memenuhi tantangan keamanan negara selama dekade berikutnya dan seterusnya.
Australia dan Selandia Baru diketahui sudah memiliki "ikatan Anzac" yang sudah berlangsung lama, merujuk pada sejarah mereka bertempur berdampingan di Gallipoli pada Perang Dunia Pertama.
Dan Australia dalam beberapa tahun terakhir berupaya meningkatkan hubungan dengan Inggris dan AS, dengan menandatangani pakta Aukus pada tahun 2021. Yakni sebuah aliansi pertahanan dan keamanan yang bertujuan untuk menghadapi ekspansi militer Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik.
Australia, Inggris, AS, Kanada, dan Selandia Baru juga bekerja sama secara erat dalam pertukaran intelijen di bawah aliansi yang disebut Five Eyes.
Ada fokus untuk merekrut orang-orang dari negara-negara ini, namun Menteri Personalia Pertahanan Matt Keogh mengatakan mulai 1 Januari setiap penduduk tetap yang memenuhi syarat dapat melamar.