KOMANDO Pasukan Khusus (Kopassus) dikenal sebagai prajurit baret merah. Pasukan elite khusus TNI Angkatan Darat itu memang identik dengan baret merah dengan seragam loreng darah mengalir. Ini semua sarat makna dan filosofi.
Kopassus dibentuk oleh Panglima Tentara Teritorium III/Siliwangi Kolonel SE Kawilarang atas gagasan Letkol Slamet Riyadi pada 16 April 1952 dan sepanjang perjalanan sudah terlibat dalam berbagai operasi militer perang maupun non perang baik di dalam dan luar negeri.
Prajurit Kopassus memiliki spesifikasi seperti anti-gerilya, anti-teror, intelijen, pengintaian khusus, peperangan nonkonvensional, hingga sabotase. Kopassus diakui sebagai salah satu pasukan elite terbaik di dunia.
Warna merah pada baret Kopassus menyandang arti keberanian yang luar biasa, motivasi tinggi guna meraih kesuksesan, kematangan dalam pola pikir serta olah rasa, keseimbangan IQ (intelligent quotient) serta EQ (emotional quotient).
Baret merah pada Kopassus baru digunakan saat pasukan Komando Tentara Teritorium III/Siliwangi lalu diganti namanya menjadi KKAD (Korps Komando Angkatan Darat) di tahun 1953.
BACA JUGA:
Konsep baret merah diambil karena ketika itu belum ada satuan yang menggunakan baret berwarna merah membara.
Pada baret, tersematkan lambang "Tribuana Chandraca Satya Dharma". Arti dari lambang ini merupakan prajurit tersebut telah menguasai taktik dan teknik ilmu perang khusus, mahir, dan handal bergerak secara cepat di berbagai medan baik di darat, laut, dan udara.
Hal ini bermula dari baret berwarna cokelat yang diterima KKAD, sama seperti pasukan artileri. Guna membedakannya serta memberi rona warna merah pada baret, baret pembagian tersebut direbus dengan air teh dan dicampur dengan sabun.
Kopasssus juga memiliki jiwa patriotik yang tinggi, senantiasa siap sedia dalam melaksanakan tugas pokok ke setiap penjuru dan siap menghadapi berbagai ancaman, gangguan hambatan dan tantangan NKRI berdasarkan Pancasila.
Sejak saat itu, baret merah pun menjadi ciri khas dari pasukan elite TNI AD ini. Pada baret merah Kopassus, terdapat emblem dengan gambar kombinasi pisau belati, jangkar, serta sayap, yang dibingkai dalam bingkai segi delapan.
(Salman Mardira)