Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Momen Raja Sunda Kutuk Rakyatnya yang Ambil Ikan Sembarangan di Sungai

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 05 Juni 2024 |07:04 WIB
Momen Raja Sunda Kutuk Rakyatnya yang Ambil Ikan Sembarangan di Sungai
A
A
A

Sri Jayabupati konon pernah mengucapkan kutukan mematikan. Sumpah kutukan itu diucapkan supaya rakyat tidak mudah berburu ikan di sungai. Apalagi saat itu memang wilayah Kerajaan Sunda mulai ramai dihuni orang, akibat sepak terjang Sunda jadi salah satu kerajaan yang disegani di Pulau Jawa bagian barat.

Nama Sunda sebagai kerajaan ditemukan secara tersurat dalam prasasti yang ditemukan di daerah Sukabumi. Prasasti ini terdiri atas 40 baris sehingga memerlukan empat buah batu untuk menuliskannya.

Batu itu ditemukan pada aliran Cicatih, di daerah Cibadak. Dimana tiga batu ditemukan di dekat Kampung Bantar Muncang, sebuah ditemukan dekat Kampung Pangcalikan. Keunikan prasasti ini ialah disusun dalam huruf dan bahasa Jawa Kuno. Konon prasasti berbentuk batu salah satunya berisikan kutukan mengerikan itu.

Dikutip dari buku "Menemukan Kerajaan Sunda", aturan ketat itu dibuat oleh Raja Sri Jayabhupati yang memerintah di tanah Sunda. Raja yang bergelar Maharaja Sri Jayabupati Jayamanahen Wisnumurti Samarawijaya Sakalabuwanamandaleswaranindita Haro Gowardhana Wikramottunggadewa ini membuat tanda di sebelah timur Sanghiyang Tapak.

Jayabupati raja Sunda meminta jangan ada yang melanggar ketentuan itu. Di sungai jangan ada yang menangkap ikan di sebelah sungai yang berbatasan dengan pemujaan Sanghyang Tapak sebelah hulu.

Di sebelah hilir dalan batas daerah pemujaan Sanghyang Tapak pada dua batang pohon besar. Maka dibuatlah prasasti (maklumat) yang dikukuhkan dengan sumpah. Sumpah yang diucapkan oleh Raja Sunda begitu lengkapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement