JAKARTA- Kebocoran data yang dialami Pusat Data Nasional (PDN) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) berimbas berimbas pada layanan Ditjen Imigrasi pada Kemenkumham. Meski dua bulan sebelum mengalami serangan siber sudah meminta replika sebagai beckup data, namun Ditjen Imigrasi tak berani menyalahkan Kominfo.
Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Silmy Karim enggan menyalahkan siapa pun pihak atas serangan siber ini. Dia mengatakan semua pihak kementerian dan lembaga kini sedang berupaya untuk fokus dalam pemulihan.
"Ya nggak mungkin (saya menilai) saya gitu. Jago juga dipepet nih haha. Sudah lah (Jangan cari kesalahan), sesama bus kota enggak boleh saling menyalip," ujar Silmy di Jqkarta Selatan. Jumat (28/6/2024).
Karena persoalan kritik yang disampaikan ke publik, lebih pantas diungkap oleh pengamat. Sebab, mereka lebih pantas untuk memberikan masukan, termasuk kepada sesama pemerintah.
“Itu yang bisa ngomong kayak gitu pengamat, bisa lah. Saya gak bisa,” ujarnya.
Sehingga, Silmy berujar setelah mengetahui adanya serangan siber yang menyasar PDN lalu mengganggu pelayanan keimigrasian. Maka pihaknya fokus untuk proses pemulihan dengan data yang telah tersimpan dalam Pusdakim.
“Makanya arahan saya, di internal, kita siapkan sendiri. Jangan pernah menggantungkan nasib kita itu kalau belum pasti kita bisa survive. Karena yang kita harus pertaruhkan itu adalah kepercayaan publik,” ujarnya.