KEPOLISIAN Republik Indonesia (Polri) telah melalui berbagai perubahan dan perkembangan sejak berdirinya. Seiring dengan dinamika politik dan keamanan di Indonesia, Polri juga mengalami perubahan kepemimpinan yang berpengaruh besar terhadap kinerja dan arah kebijakan institusi ini.
Polri baru saja merayakan hari jadinya ke 78. HUT Bhayangkara 2024 dipusatkan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin 1 Juli kemarin.
Sepanjang terbentuknya, Polri sudah dipimpin oleh 25 jenderal.
Dikutip dari Wikipedia, berikut daftar 25 Kapolri dari masa ke masa yang telah memimpin Polri :
1. Jenderal R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo (1945-1959)
Kapolri pertama yang menjabat sejak Indonesia merdeka, memainkan peran penting dalam membentuk dasar-dasar kepolisian nasional.
2. Jenderal Soekarno Djojonegoro (1959-1963)
Menggantikan Soekanto dan memimpin di masa transisi politik yang signifikan.
3. Jenderal Soetjipto Joedodihardjo (1963-1965)
Menjabat di era awal Orde Lama, saat situasi politik dalam negeri sangat dinamis.
4. Jenderal Hoegeng Iman Santoso (1968-1971)
Dikenal sebagai Kapolri yang tegas dan berintegritas, berusaha membersihkan Polri dari korupsi. Hoegeng dijuluki sebagai polisi jujur dan teladan. Bahkan Hoegeng masuk rekor MURI sebagai polisi paling jujur sedunia.
Karena terlalu jujur, Hoegeng harus berhadapan dibenci penjahat dan penguasa yang membekingi mafia.
Akibatnya Hoengeng langsung dicopot karena nekat membongkar kasus penyelundupan mobil yang dibekingi oleh aparat dan penguasa kala itu. Sayangnya hampir tak ada petinggi Polri yang mau mengikuti jejak Hoegeng yang teguh menjaga integritas, jujur, dan hidup sederhana sampai pensiun.
5. Jenderal M. Hasan (1971-1974)
Memimpin Polri pada masa Orde Baru dengan fokus pada stabilitas nasional.
6. Jenderal Widodo Budidarmo (1974-1978)
Berperan dalam modernisasi Polri di era awal Orde Baru.
7. Jenderal Awaluddin Djamin (1978-1982)
Melanjutkan proses modernisasi dan penegakan hukum.
8. Jenderal Anton Soedjarwo (1982-1986)
Fokus pada penegakan hukum dan pengembangan SDM Polri.
9. Jenderal Moehammad Sarwo Edhie Wibowo (1986-1991)
Memimpin di masa stabilitas politik dan ekonomi Indonesia.
10. Jenderal Kunarto (1991-1993)
Melanjutkan upaya stabilitas dan modernisasi.
11. Jenderal Banurusman Astrosemitro (1993-1996)
Menjabat di tengah dinamika politik yang mulai berubah.
12. Jenderal Dibyo Widodo (1996-1998)
Menghadapi situasi kritis menjelang reformasi.
13. Jenderal Roesmanhadi (1998-1999)
Memimpin di masa transisi reformasi politik.
14. Jenderal Rusdihardjo (1999-2001)
Berusaha memperbaiki citra Polri di awal reformasi.
15. Jenderal Surojo Bimantoro (2001)
Menjabat dalam waktu singkat di tengah gejolak politik.
16. Jenderal Da'i Bachtiar (2001-2005)
Berperan dalam penanggulangan terorisme di masa awal reformasi.
17. Jenderal Sutanto (2005-2008)
Fokus pada pemberantasan terorisme dan korupsi.
18. Jenderal Bambang Hendarso Danuri (2008-2010)
Memimpin dengan fokus pada penegakan hukum dan keamanan dalam negeri.
19. Jenderal Timur Pradopo (2010-2013)
Menjabat di tengah tantangan global dan domestik.
20. Jenderal Sutarman (2013-2015)
Berfokus pada peningkatan profesionalisme Polri.
21. Jenderal Badrodin Haiti (2015-2016)
Melanjutkan program peningkatan profesionalisme dan reformasi Polri.
22. Jenderal Tito Karnavian (2016-2019)
Berperan dalam menguatkan kerjasama internasional dan modernisasi Polri.
23. Jenderal Idham Azis (2019-2021)
Memimpin di masa pandemi COVID-19 dengan fokus pada keamanan dan kesehatan masyarakat.
24. Jenderal Listyo Sigit Prabowo (2021-sekarang)
Fokus pada transformasi menuju Polri yang presisi dan responsif terhadap perubahan zaman.
Kapolri memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara. Setiap Kapolri membawa visi dan misi yang berbeda sesuai dengan tantangan zaman yang dihadapinya. Kepemimpinan mereka turut membentuk wajah Polri sebagai institusi yang melayani dan melindungi masyarakat.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.