Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Taktik Cerdik Mahapatih Gajah Mada Bikin Malu Raja Bali hingga Takluk

Avirista Midaada , Jurnalis-Minggu, 07 Juli 2024 |07:29 WIB
Taktik Cerdik Mahapatih Gajah Mada Bikin Malu Raja Bali hingga Takluk
Mahapati Majapahit, Gajah Mada (foto: istimewa)
A
A
A

PULAU BALI menjadi target pertama perluasan wilayah Kerajaan Majapahit. Perluasan wilayah ini dicanangkan usai Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa. Tak heran bila Gajah Mada begitu berambisi menaklukkan wilayah-wilayah di sekitar Majapahit terlebih dahulu, sebelum meluaskan ke daerah jauh.

Gajah Mada memimpin langsung penaklukkan wilayah Bali. Usaha penaklukkan Bali kala itu diiringi dengan sebuah mitos yang beredar pada 1343. Dimana saat itu Raja Bali yang berkuasa adalah sosok mahkluk setengah iblis, dengan kepala celeng, dan tubuh manusia yang bernama Dalem Beledu.

Konon sang raja selalu duduk di singgasana yang tinggi menjulang seraya memberi perintah, agar tak seorang pun boleh melihat wajahnya yang menurutnya akan terbang ke langit saat ia bermeditasi.

Dikutip dari buku "Gayatri Rajapatni : Perempatan Dibalik Kejayaan Majapahit" karya Earl Drake, Gajah Mada mencoba menyiapkan strategi cerdik untuk menaklukkan penguasa Bali yang kala itu dibenci rakyatnya. Dikisahkan pada pertemuannya dengan sang Dalem, Gajah Mada dipersilakan memilih makanan dan minuman untuk jamuan makan mereka berdua.

Mahapatih Majapahit ini pun dengan cerdas memesan nasi panas, sejenis kubis, dan air yang dituangkan ke dalam kendi bermoncong panjang. Semuanya itu hanya bisa dinikmati dengan kepala sang peminum menengadah ke belakang.

Maka sulitlah bagi raja bersembunyi dari sang tamunya dari Jawa yang terpandang ini. Bahkan kecerdasan Gajah Mada itu dituturkan pada sebuah syair populer bertuliskan "Malu dan marah atas kecerdikan sang tamu dalam membongkar penampilannya yang manusiawi dan rapuh, raja pun meluap - luap rasa malunya". Lantas ia pun menyerah kepada keperkasaan kuasa Gajah Mada yang agung.

Semenjak saat itu, semua orang Bali mengenali rajanya yang menyeramkan dan berkepala celeng, yang banyak dalam lukisan, dan pertunjukan wayang orang digambarkan sebagai penguasa gelap, serta berhadap-hadapan dengan Mahapatih Gajah Mada yang cemerlang, bersih, dan bijak.

Bali pun takluk, yang pada awalnya Gajah Mada hanya ingin memamerkan kekuatan militernya dengan jumlah korban yang minim di pihaknya saat terjadi pertempuran. Akhirnya demi menyingkirkan Raja Bali dan mengalihkan kekuasaan ke tangan berbagai distrik di pulau tersebut, tempat berkuasanya bangsawan - bangsawan berkasta tinggi dari Majapahit sebagai pengurus pemerintahan.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement