Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Calon Paskibraka 2024 Diperkuat Ideologi Pancasila dan Nilai-Nilai Kebangsaan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Selasa, 16 Juli 2024 |15:28 WIB
   Calon Paskibraka 2024 Diperkuat Ideologi Pancasila dan Nilai-Nilai Kebangsaan
Calon Paskibraka 2024 (Foto: Humas BPIP)
A
A
A

JAKARTA - Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2024, mulai mengikuti sesi pembelajaran aktif. Setelah memperoleh materi Pembinaan Ideologi Pancasila. Selain itu, calon Paskibraka juga mengikuti Pembekalan Nilai-Nilai Kebangsaan yang bersumber dari 4 konsensus dasar bangsa oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia.

Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Rima Agristina mengapresiasi kepada Lemhannas RI yang terus bekerja sama dan gotong royong dalam upaya mencetak kader pemimpin masa depan bangsa yang berkarakter Pancasila.

"BPIP tidak sendirian dalam melaksanakan pembinaan kepada calon Paskibraka. Oleh karena calon yang dibina adalah calon-calon pemimpin masa depan Indonesia,” ujarnya saat Upacara Pembukaan Pembekalan Nilai-Nilai Kebangsaan oleh Lemhannas RI bekerja sama dengan BPIP di Pusdiklat Paskibraka 2024, Cibubur, Jawa Barat, Selasa (16/7/2024).

Tidak hanya itu, Pengarah Program Paskibraka Tingkat Pusat ini menyebutkan bahwa pemahaman Ideologi Pancasila dan Nilai-Nilai Kebangsaan perlu diperoleh sejak dini oleh para calon Paskibraka, khususnya mengenai konsensus dasar berbangsa dan bernegara.

"Tentu saja kita melihat masa depan ini begitu banyak tantangan, maka Lemhannas sangat tepat untuk bersama BPIP memperkuat pembinaan para kader pemimpin bangsa ini melalui Program Paskibraka", paparnya.

Program-program prioritas nasional juga telah diletakkan sebagai upaya untuk mencapai Indonesia Emas 2045. "Usia adik-adik calon Paskibraka saat ini, pada 100 tahun Indonesia merdeka, akan mencapai usia yang diharapkan akan menduduki posisi penting sebagai pemimpin Indonesia,” tegasnya.

Para calon Paskibraka 2024 telah melalui proses rekrutmen dan seleksi Paskibraka yang ketat. “Dari 153 ribu peserta Paskibraka di seluruh Indonesia, inilah 76 calon Paskibraka tingkat pusat yang terpilih mewakili provinsinya masing-masing", ujarnya.

Dirinya berharap dengan pembekalan materi dari berbagai narasumber yang disampaikan para pakar/tokoh nasional profesional tentang Ideologi Pancasila, Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Nasional, Keindonesiaan, Kepaskibrakaan dan lain sebagainya akan semakin memperkuat para calon Paskibraka sebagai kader pemimpin Indonesia masa depan.

"Setelah pembelajaran aktif dan pelatihan langkah tegap seorang Paskibraka dalam Pengibaran Sang Merah Putih bukan langkah biasa, namun langkah tegap yang disertai kesadaran penuh bahwa dirinya sungguh-sungguh mewakili bangsa Indonesia dalam pengibaran Sang Merah Putih untuk mencapai Indonesia Abadi dan mewujudkan Indonesia Raya," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Plt, Gubernur Lemhanas Letjen TNI Eko Margiono menambahkan bahwa kegiatan ini suatu kewajiban bagi Lemhannas RI untuk berbagi dan memberikan pencerahan kepada adik-adik Calon Paskibraka.

Ia mengatakan perkembangan lingkungan strategis saat ini dihadapkan pada kemajuan teknologi yang berkembang pesat disertai dengan tantangan di era globalisasi yang telah mengubah pola perilaku dan komunikasi manusia. Era globalisasi menjadikan seakan dunia borderless (tanpa batas).

"Di samping memiliki dampak yang positif, tetapi banyak juga dampak negatifnya. Kemudahan untuk mengakses informasi memungkinkan kita semua untuk melihat, memperhatikan dan bahkan terpengaruh oleh nilai-nilai kehidupan yang dianut oleh negara lain," ucapnya.

"Hal tersebut dapat menjadi peluang masuknya nilai-nilai kehidupan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan kita," sambungnya.

Peluang masuknya nilai-nilai tersebut perlu menjadi perhatian bagi kita semua, khususnya bagi kita yang juga merupakan generasi muda yang sangat dekat dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai kader calon pemimpin Bangsa yang nantinya akan menjadi Duta Pancasila, komitmen tersebut perlu didukung oleh pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang utuh mengingat adik-adik memiliki berbagai perbedaan latar belakang, pengalaman, dan persepsi serta perbedaan kualitas pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.

"Momentum ini sangat tepat guna mengenali nilai-nilai kebangsaan secara lebih mendalam untuk melengkapi dan mendalami materi kebangsaan," ujarnya.

Komitmen dan tanggung jawab moral adik-adik untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa, salah satu diantaranya adalah peran generasi muda dalam menghadapi dampak negatif dari kemajuan teknologi.

"Diharapkan adik-adik sekalian akan mampu memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa untuk lebih optimal dalam berkontribusi menyelesaikan persoalan bangsa dengan senantiasa mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok," harapnya.

(Fakhrizal Fakhri )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement