Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bertemu Pimpinan Hamas dan Fatah, JK: Mereka Ingin Bersatu

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Kamis, 18 Juli 2024 |01:34 WIB
Bertemu Pimpinan Hamas dan Fatah, JK: Mereka Ingin Bersatu
Jusuf Kalla (JK). (Foto: Danandaya AP)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) mengaku kalau dua kelompok di Palestina yakni Hamas atau Fatah sebenarnya memiliki niat untuk bersatu. Dirinya juga telah bertemu dengan dua perwakilan dari setiap kelompok.

Hal itu diutarakan JK saat menghadiri dalam Rapat Pleno Dewan Pertimbangan (Watim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kantor MUI Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2024). JK berharap Indonesia bisa ikut andil mempersatukan dua kelompok tersebut.

“Saya bertemu dengan pimpinan Hamas dan Fatah. Mereka sedang berupaya untuk bersatu. Saya berharap Indonesia bisa berperan lebih dalam membantu proses perdamaian ini," ujar JK. 

Dalam rapat itu, JK yang juga Anggota Wantim MUI turut menyampaikan pandangan tentang kondisi dunia Islam yang terbagi menjadi tiga kelompok utama berdasarkan pengamatannya selama kunjungan ke beberapa negara. 

"Setelah keliling beberapa negara bulan ini, saya melihat bahwa dunia Islam saat ini terbagi menjadi tiga kategori. Ada negara yang ingin modernisasi, seperti negara-negara Timur Tengah yang kaya seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Saudi Arabia, yang mengalami perubahan signifikan,” kata JK. 

“Di sisi lain, ada negara yang semakin konservatif, seperti Afghanistan. Sementara itu, kita di Indonesia berada dalam kategori moderat, wasatiyah, dan ini patut kita syukuri," sambungnya.

Dia menyampaikan bahwa kebebasan beragama di Indonesia sangat terasa jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Ia mencontohkan, di Malaysia terdapat kantor yang mengurusi isi khutbah Jumat.

“Apalagi di Timur Tengah, saya Sholat Jumat di Qatar, saya tanya, oh ini khutbah harus mengikuti arahan. Kalau di negara itu, untuk khutbah harus ada sertifikat. Kita alhamdulillah, tahu beberapa ayat, naik khutbah boleh," katanya. 

Dalam kesempatan itu, JK mengingatkan bahwa MUI memiliki peran penting dalam menjaga umat, sehingga menurutnya tidak perlu terlibat dalam kegiatan operasional seperti mendirikan sekolah atau universitas.

“Tugas MUI adalah menjaga persatuan umat, mengatur kegiatan yang mendukung persatuan, dan memberikan rekomendasi yang tepat. Dengan begitu, kita bisa memastikan umat tetap bersatu dan kuat," harapnya.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement