Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bergerak dari Bawah, Yayasan Agung Jaya Mandiri Soroti Kemiskinan di Tengah Gemerlapnya Bali

Arief Setyadi , Jurnalis-Kamis, 08 Agustus 2024 |15:06 WIB
Bergerak dari Bawah, Yayasan Agung Jaya Mandiri Soroti Kemiskinan di Tengah Gemerlapnya Bali
Yayasan Agung Jaya Mandiri menggelar sarasehan menyoroti kemiskinan di Bali (Foto: Ist/Dok)
A
A
A

Kemiskinan hanyalah salah satu persoalan genting di Bali, khususnya di Karangasem saat ini. Yayasan Agung Jaya Mandiri mencatat ada beberapa persoalan lain, yakni kesenjangan sosial, pengangguran, ketertinggalan di bidang pendidikan, masalah kesehatan, malnutrisi, stunting dan semakin kecilnya peluang kerja dan peluang usaha.  

Fokus pembangunan di daerah dan di bidang tertentu yang dianggap berhubungan secara langsung dengan pengembangan pariwisata telah menyebabkan terbengkelainya sektor penting lain, khususnya pembangunan sumber daya manusia dan pertanian. Padahal Karangasem, seperti juga berbagai wilayah lain di Bali memiliki potensi besar dalam sektor SDM dan pertanian sebesar potensi sektor pariwisatanya. Pengembangan sektorsektor ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan memajukan ekonomi daerah.   

Yayasan Agung Jaya Mandiri didirikan dengan visi menjadi yayasan  yang menghadirkan solusi konkret bagi warga masyarakat untuk bisa hidup  berdaulat, sejahtera, mandiri, berkarakter dan berbudaya, Yayasan menargetkan terciptanya kondisi  rakyat sejahtera yang 100 persen terbebas dari kemiskinan dan sanggup hidup mandiri, serta status pendidikan masyarakat 100 persen minimal lulus SMA. Saat ini, angka rata-rata lama belajar warga Karangasem hanya sampai di kelas 5 sekolah dasar (SD). 

Ketua yayasan, I Wayan Swandi, menjelaskan, ada 5 misi utama dari yayasan untuk mewujudkan visi dan target-target yayasan tersebut, yakni menyelenggarakan riset di bidang-bidang yang relevan dan prioritas, seperti pendidikan,  sosial, budaya, ekonomi, pertanian, pariwisata dan pembangunan berkelanjutan; Menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan, pendampingan, pelatihan, pembinaan masyarakat; membangun ekonomi rakyat melalui pendekatan socio-preneur. 

“Yayasan juga mendorong pelaksanaan hilirisasi di berbagai bidang, khususnya pertanian untuk   meningkatkan nilai tambah produk di berbagai bidang yang dihasilkan warga masyarakat, dan meningkatkan peluangan penyerapan tenaga kerja lokal. Untuk menyiapkan SDM yang  
komparatif dan kompetitif, yayasan mengagendakan berbagai kegiatan pelatihan kreatif sesuai kebutuhan di era digital," ujar I Wayan Swandi.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement