Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pejuang Gerilyawan Lawan Tentara Sekutu dengan Senjata Berpeluru Uang Koin

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 20 Agustus 2024 |11:17 WIB
Kisah Pejuang Gerilyawan Lawan Tentara Sekutu dengan Senjata Berpeluru Uang Koin
Pejuang Gerilyawan di Malang Soetarjo (foto: MPI/Avirista)
A
A
A

Soetarjo mengenang jika selama bergerilya, mereka mengincar persediaan militer milik musuh. Mereka juga akan menculik pasukan patroli musuh untuk mendapatkan informasi. Namun di saat ada pergolakan mempertahankan kemerdekaan pada Agresi Militer Belanda dan sekutu itu, semapt ada kejadian pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) pimpinan Musso.

"Di tengah-tengah gencatan senjata perjanjian Renville 1948 itu sempat ada kejadian PKI Musso. Tapi tentara Belanda itu masih ada di Solo, Semarang, sampai Surabaya. Kemudian perang besar gerilya lagi yang kedua sampai gencatan senjata lagi karena perjanjian meja bundar tahun 1949," jelasnya.

Soetarjo akhirnya benar-benar bisa merasakan kemerdekaan usai Agresi Militer Belanda 2 berakhir pada 5 Januari 1949. Belanda akhirnya menarik pasukannya setelah mendapat kecaman dunia. "Baru setelah itu kita merdeka sepenuhnya nggak ada yang menjajah lagi," kata dia.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement