Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gerakan Anak Abah Coblos Tiga Paslon, Jubir Anies: Perlawanan Terhadap Keputusan Elite!

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Senin, 09 September 2024 |06:34 WIB
Gerakan Anak Abah Coblos Tiga Paslon, Jubir Anies: Perlawanan Terhadap Keputusan Elite!
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Juru Bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid turut angkat bicara soal gerakan "Anak Abah" coblos tiga kandidat atau golput pada Pilkada Jakarta 2024 di sosial media. Anak Abah sendiri merupakan istilah bagi pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap keputusan elite yang tidak mengakomodir aspirasi rakyat yang sebagian besar mendukung Anies. Anies sendiri, gagal maju Pilkada 2024 lantaran tak mendapat tiket dari partai politik (parpol).

"Bahwa fenomena tersebut adalah wajar, sebagai sebuah gerakan perlawanan terhadap keputusan elit yang tidak mengakomodir suara dan aspirasi masyarakat yang sebagian besar mendukung Anies," ujar Sahrin, Senin (9/9/2024).

Masyarakat kata dia, memiliki hak konstitusional untuk menggunakan hak suara dalam pemilu. Ia menilai, tidak digunakannya hak suara juga merupakan hak konstitusional warga negara.

"Memilih adalah hak konstitusional warga negara untuk menentukan pemimpinnya. Dan bila di kertas suara tidak terdapat figur yang diinginkan untuk dipilih, atau hanyalah berisi figur yang tidak sesuai dengan aspirasinya.

“Maka, selayaknya hak. Dapat digunakan atau tidak digunakan. Dan itu dijamin oleh konstitusi,"sambung Sahrin.

Lebih lanjut, Sahrin pun meminta ke KPU RI agar ada kotak kosong dalam kertas suara meskipun kandidatnya lebih dari satu pasngan calon (paslon). Hal itu ditujukan untuk menampung aspirasi warga terhadap figur yang ada di kertas suara.

 

"Sama seperti calon tunggal. Diletakkan kotak kosong, untuk menampung aspirasi yang berbeda dari figur yang terdapat di kertas suara. Kenapa di kertas suara yang calonnya lebih dari 2 tidak diletakkan kotak kosong?" katanya.

Baginya, gerakan Anak Abah itu menjadi tantangan bagi pembuat UU, pemerhati atau akademisi politik untuk urun rembug memperkaya khazanah regulasi politik kita. "Karena menyalurkan atau tidak menyalurkan suara adalah hak warga negara. Bukan Kewajiban warga negara," tutupnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement