Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Anak Jadi Korban Rudapaksa Oknum Kades dan Caleg, Ibu di Sultra Mengadu ke Jokowi  

Andhy Eba , Jurnalis-Senin, 09 September 2024 |12:38 WIB
Anak Jadi Korban Rudapaksa Oknum Kades dan Caleg, Ibu di Sultra Mengadu ke Jokowi  
Wa Arni melaporkan kasus rudapaksa yang dialami anaknya. (Foto: Andhy Eba Baubau)
A
A
A

MUNA - Seorang ibu di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta tolong pada Presiden Joko Widodo dan Kapolri terkait kasus rudapaksa yang menimpa anaknya. Melalui sebuah video yang viral di media sosial, ibu bernama Wa Arni itu melaporkan jika anaknya telah dirudapaksa oknum kepala desa dan mantan kepala desa yang juga menjadi calon anggota legislatif (Caleg). 

"Saya minta tolong Pak Presiden, Pak Jokowi, Pak Kapolri anak saya dicabuli dua orang, kepala desa dan mantan kepala desa. Sudah tujuh bulan lapor polisi belum ada kejelasan. saya minta tolong pak kapolri, saya tidak punya apa apa," kata Arni dalam video yang beredar di media sosial. 

Arni mengaakan, anaknya yang merupakan Siswi SMA menjadi korban rudapaksa oknum kepala desa dan mantan kepala desa yang juga seorang Calegdi Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kasus tersebut sudah dilaporkan ke polisi sejak Januari 2024 dan ditangani Satreskrim Polres Muna. 

Laporan tersebut dilakukan pada 8 Januari 2024. Saat pelaporan, korban diantar bibinya mendatangi Polres Muna. "Kami sudah melaporkan ke polisi, tidak ada perubahan pelapor ditangkap. Saat ini pelaku masih di kampung masih berkeliaran," ujar Arni kepada iNews Media, Senin (9/9). 

Namun, Oknum kepala desa berinisial UG sempat diperiksa polisi namun tidak dilakukan penahanan dengan dalih saat itu pelalu dalam kondisi sakit. Hingga kini kasus tersebut tidak ada kejelasan bahkan kedua pelaku masih bebas berkeliaran. 

"Tapi di kampung dia masih berkeliaran di kampung. Saya kecewa, karena inginnya pelaku ditangkap tapi sampai sekarang belum. Saya juga lapor Polda tapi belum ada pelaku ditangkap," tambah Arni yang mengatakan kasus tersebut tidak ada perkembangan dalam 7 bulan terakhir. 

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement