Pada tanggal 20 Januari 1825 van Geen telah berada di Makassar dan menyiapkan rencana pemberangkatan pasukan-pasukan ekspedisinya. Rencana penyerangannya diatur dengan mendaratkan sebagian pasukan di berbagai tempat, dan akan dilakukan tembakan-tembakan meriam terhadap daerah-daerah kedudukan pasukan Bone.
Sebagian lagi ditugaskan untuk melindungi pos-pos Belanda. Baru setelah itu usaha selanjutnya akan diarahkan menguasai daerah-daerah pedalaman dengan tujuan agar daerah Pantai Bone dapat diduduki oleh pasukan Belanda.
Sementara menunggu pasukan yang didatangkan dari Maluku dan Madura, van Geen telah mengumpulkan 46 orang opsir dan 53 serdadu biasa di Makassar. Dalam persiapan ekspedisi ini ternyata van Geen mengalami kesulitan karena di samping perlengkapan yang sangat terbatas, juga kesehatan dari sejumlah pasukannya sangat buruk.
Kesulitan lainnya adalah adanya perbedaan pendapat antara van Geen dengan penjabat Belanda lainnya, yaitu dengan van Schelle dan Tobias, yang masing-masing menjadi komisaris-komisaris Belanda di Makassar. Perbedaan pendapat di antara ketiga pejabat pemerintah Belanda tersebut berpangkal pada pelaksanaan pengiriman ekspedisi.
Di satu pihak kedua komisaris Belanda di Makassar itu menghendaki agar pengiriman ekspedisi ke Tanete dan Suppa lebih didahulukan. Di lain pihak van Geen melakukan pengiriman itu justru ke Bone terlebih dahulu, karena di antara ketiga kerajaan yang menentang Belanda itu, kerajaan Bone adalah jalan yang terbesar dan terkuat. Menurutnya, penaklukan kerajaan Bone akan lebih mempermudah menaklukkan kerajaan-kerajaan Suppa dan Tanete.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.