JAKARTA - Keberhasilan membunuh Tunggul Ametung, membuat Ken Arok pendiri Kerajaan Singasari, kembali merencanakan strategi berikutnya. Langkah pertamanya dengan menikahi gadis cantik Ken Dedes, yang merupakan istri dari Tunggul Ametung ketika jadi akuwu Tumapel.
Keputusan Ken Arok menikahi janda cantik Ken Dedes, pasca kematian suaminya tak ada yang berani menentang. Bahkan termasuk sang ayah Ken Dedes, bernama Mpu Purwa, konon juga akhirnya menyetujui keputusan Ken Arok menikahi anaknya.
Memang pada waktu Tumapel hanyalah wilayah bawahan dari Kediri atau Daha. Saat itu Kertajaya yang disebut Dandang Gendis, sedang berkuasa di Kerajaan Kediri. Sosoknya kerap kali berselisih pendapat dengan para pendeta atau tokoh agama Hindu Siwa dan Buddha.
Kertajaya menginginkan dirinya disembah layaknya dewa atau Tuhan, hal yang disebut sejarawan Prof. Slamet Muljana, pada bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" memicu perlawanan dari kaum pendeta ke penguasa Kediri itu.