JAKARTA – Sepanjang 2025, hampir 7.000 barang milik penumpang tertinggal di rangkaian kereta dan area stasiun LRT Jabodebek. Nilai totalnya diperkirakan mencapai Rp797,7 juta, dengan smartphone dan tumbler menjadi jenis barang yang paling sering tertinggal.
Selain itu, barang elektronik lain seperti laptop, smartwatch, dan earphone nirkabel (TWS) juga banyak tertinggal. Sementara barang non-elektronik yang sering tertinggal antara lain tempat makanan, payung, topi, kacamata, kartu uang elektronik, arloji, dan berbagai aksesoris.
Menurut Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, sekitar 50 persen barang yang tertinggal berhasil dikembalikan kepada pemiliknya, sementara sisanya masih dalam pengelolaan petugas.
“Ada 6.995 barang yang tertinggal dengan estimasi nilai mencapai Rp797,7 juta. Sebanyak 3.399 barang sudah dikembalikan ke pemiliknya,” ujar Radhitya di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Radhitya menekankan pentingnya pengelolaan barang bawaan di tengah kepadatan transportasi publik untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyediakan layanan penitipan barang di Stasiun Halim yang beroperasi setiap hari pukul 05.00–23.00 WIB dengan durasi maksimal 72 jam.
“Layanan penitipan barang dan Lost and Found menjadi bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik yang adaptif, aman, tertib, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
(Awaludin)