Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gunungan Sampah di Tempat Pembuangan Cebu Longsor, 11 Orang Tewaskan

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 13 Januari 2026 |17:49 WIB
Gunungan Sampah di Tempat Pembuangan Cebu Longsor, 11 Orang Tewaskan
Lokasi longsoran sampah di tempat pembuangan Binaliw, Cebu, Filipina. (Foto: Angkatan Bersenjata Filipina/X)
A
A
A

MANILA – Longsoran sampah di sebuah tempat pembuangan di Filipina menewaskan setidaknya 11 orang, dengan lebih dari 20 lainnya masih hilang. Jumlah korban tewas diperkirakan masih akan meningkat seiring dengan berjalannya waktu.

Dilansir BBC, longsor terjadi di pembuangan sampah Binaliw di Kota Cebu, Filipina pada akhir pekan lalu saat lebih dari 100 pekerja berada di lokasi. Tim penyelamat sejauh ini telah menarik 12 orang yang terluka dari reruntuhan, tetapi puluhan orang masih hilang.

Seorang pejabat pemadam kebakaran setempat sebelumnya mengatakan bahwa kecil kemungkinan "orang-orang masih hidup" tiga hari setelah "berton-ton reruntuhan runtuh menimpa mereka".

Namun "tanda-tanda kehidupan" terdeteksi di reruntuhan selama pencarian pada Senin, (12/1/2026) kata Walikota Kota Cebu Nestor Archival dalam sebuah wawancara dengan GMA News. Dia menambahkan bahwa para pejabat tetap dalam "mode penyelamatan".

 

Insiden tersebut telah memicu seruan untuk menyelidiki penyebab runtuhnya tempat pembuangan sampah tersebut, serta peninjauan kembali sistem pengelolaan sampah negara.

Otoritas lingkungan telah memerintahkan Prime Integrated Waste Solutions, Inc., operator tempat pembuangan sampah tersebut, untuk menangguhkan aktivitasnya di lokasi tersebut.

Perusahaan tersebut harus "menyerahkan rencana kepatuhan dalam waktu 90 hari", kata Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam setempat dalam sebuah pernyataan pada Senin.

Departemen tersebut juga mengatakan akan melakukan penyelidikan terhadap penyebab runtuhnya tempat pembuangan sampah tersebut dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Para anggota parlemen telah menyerukan peninjauan terhadap sistem pengelolaan sampah negara dan kondisi kerja para pekerja sampah.

 

"Ini seharusnya tidak pernah terjadi," kata Senator Imee Marcos, yang telah meminta penyelidikan terhadap operasi tempat pembuangan sampah Binaliw, pada Senin. "Kita telah melihat tragedi serupa sebelumnya, namun bahaya yang sama tetap ada."

"Nyawa yang hilang di Cebu menuntut jawaban yang jelas dan reformasi nyata."

Tempat pembuangan sampah Binaliw terletak di sebidang tanah seluas 20 hektar (49 acre) - tiga hektar di antaranya digunakan untuk tempat pembuangan sampah, lapor surat kabar Cebu The Freeman, mengutip operator tempat pembuangan sampah tersebut.

Meskipun pihak berwenang masih menyelidiki penyebab tanah longsor tersebut, laporan awal dari Biro Pertambangan dan Geologi setempat menunjukkan curah hujan terus-menerus dalam beberapa minggu terakhir, yang membuat sampah menjadi lebih berat, serta faktor-faktor teknik lainnya, menurut laporan media lokal.

Tempat pembuangan sampah umum ditemukan di kota-kota besar Filipina seperti Cebu, yang merupakan pusat perdagangan dan gerbang transportasi Visayas, kepulauan tengah negara tersebut.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement