Ia juga menyoroti potensi sumber daya alam Bangka Belitung yang perlu dikelola secara optimal untuk kepentingan rakyat. Ia mendorong kader PPP untuk aktif menyuarakan aspirasi serta memberikan gagasan konstruktif.
“Kekayaan alam Bangka Belitung harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat. Kader PPP wajib memberikan pemikiran dan gagasan agar potensi tersebut benar-benar dirasakan rakyat,” tegasnya.
Selain itu, Mardiono mengingatkan pentingnya penyusunan program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang. PPP Bangka Belitung ditargetkan menuntaskan Musyawarah Cabang (Muscab) dan Musyawarah Anak Cabang (Musancam) di seluruh daerah.
“Seluruh agenda organisasi harus tuntas pada 2026. Pada 2027, PPP sudah memasuki tahapan verifikasi pemilu. Ini kerja politik yang harus dijalankan secara disiplin dan terstruktur,” ujarnya.
(Arief Setyadi )