Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rusia Lancarkan Serangan Terbesar, 71 Rudal dan 450 Drone Hantam Jaringan Energi Ukraina

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 04 Februari 2026 |12:15 WIB
Rusia Lancarkan Serangan Terbesar, 71 Rudal dan 450 Drone Hantam Jaringan Energi Ukraina
Personel SAR berupaya memadamkan api di sebuah gedung apartemen setelah serangan Rusia di Kiev, Ukraina, 3 Februari 2026.
A
A
A

JAKARTA – Rusia melancarkan serangan drone dan rudal terbesar tahun ini ke Ukraina semalam, menyebabkan ratusan ribu orang tanpa pemanas di tengah suhu beku pada Selasa (3/2/2026). Serangan ini dilancarkan hanya satu hari sebelum pembicaraan baru yang bertujuan mengakhiri perang empat tahun tersebut.

Serangan itu terjadi saat Ukraina mengalami suhu terdingin sepanjang serangan Rusia dan merusak monumen ikonik era Soviet Perang Dunia II.

Serangan juga berlangsung sehari sebelum para negosiator Ukraina dan Rusia dijadwalkan bertemu untuk putaran kedua pembicaraan di Abu Dhabi.

"Memanfaatkan hari-hari terdingin di musim dingin untuk meneror orang lebih penting bagi Rusia daripada beralih ke diplomasi," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di media sosial, mengecam serangan tersebut, sebagaimana dilansir AFP.

Ledakan dilaporkan terdengar di seluruh ibu kota semalam, membangunkan penduduk di lebih dari 1.000 bangunan, yang mendapati pemanas mereka mati karena suhu turun mendekati minus 20°C.

 

Kremlin pekan lalu mengatakan telah menyetujui permintaan Amerika Serikat (AS) untuk tidak menyerang Kyiv selama tujuh hari, yang berakhir pada Minggu (1/2/2026).

Ukraina tidak melaporkan serangan besar-besaran Rusia di ibu kota pekan lalu, meski serangan berlanjut di bagian lain negara itu.

"Beberapa jenis rudal balistik dan rudal jelajah, serta drone, digunakan untuk menyerang gedung-gedung tinggi dan pembangkit listrik tenaga termal," kata Menteri Energi Denys Shmygal.

"Ratusan ribu keluarga, termasuk anak-anak, sengaja dibiarkan tanpa pemanas di tengah cuaca dingin yang ekstrem," tambahnya.

Serangan Udara Terbesar

Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia menyerang dengan 71 rudal serta 450 pesawat tak berawak. Ukraina mengklaim berhasil mencegat atau menghancurkan 38 rudal dan 412 pesawat tak berawak.

Lima orang terluka di ibu kota, kata pejabat, menambahkan bahwa ribuan orang mengalami pemadaman listrik.

Serangan Rusia bulan ini berulang kali memutus aliran listrik dan pemanas ke puluhan ribu rumah di Ukraina. Kyiv dan sekutu Eropanya menuduh Moskow sengaja membekukan penduduk Ukraina.

 

Serangan juga menghantam kota terbesar kedua Ukraina, Kharkiv, yang untuk sementara memutus aliran pemanas ke sekitar 100.000 pelanggan.

Serangan berjam-jam itu menargetkan infrastruktur energi dan bertujuan "menyebabkan kerusakan maksimal... dan membuat kota tanpa pemanas selama cuaca dingin yang parah," tulis Gubernur Kharkiv Oleg Synegubov di Telegram.

Pihak berwenang terpaksa mematikan pemanas di lebih dari 800 rumah untuk mencegah jaringan lebih luas membeku, seraya mendesak warga pergi ke "titik aman" yang beroperasi 24 jam di sekitar kota jika mereka perlu menghangatkan diri.

Suhu semalam turun hingga minus 19°C di Kyiv dan mencapai minus 23°C di Kharkiv.

Pembicaraan yang Didukung AS

Washington berupaya menciptakan kesepakatan antara kedua pihak, tetapi putaran pertama pembicaraan trilateral di Abu Dhabi akhir pekan lalu gagal menghasilkan terobosan.

Putaran kedua dijadwalkan dimulai pada Rabu (4/2/2026) di ibu kota Uni Emirat Arab.

Zelensky mengatakan pada Senin (2/2/2026) bahwa "de-eskalasi" baru-baru ini dengan Rusia membantu membangun kepercayaan dalam negosiasi, merujuk pada jeda serangan terhadap fasilitas energi.

 

Putaran kedua pembicaraan diperkirakan fokus pada isu wilayah, meski belum ada terobosan sejauh ini.

Rusia menginginkan kendali penuh atas wilayah Donetsk di timur Ukraina, yang ditolak Kyiv dengan alasan langkah itu hanya akan memperkuat Moskow.

Setelah gagal merebut Kyiv dan menggulingkan kepemimpinan Ukraina dalam beberapa hari pada 2022, Rusia kini terjebak dalam pertahanan Ukraina dan melakukan serangan lambat dengan korban jiwa besar.

Pasukan Moskow mempercepat kemajuan mereka di Ukraina sepanjang Januari, merebut hampir dua kali lipat wilayah dibandingkan bulan sebelumnya, menurut analisis AFP.

Rusia merebut 481 kilometer persegi pada Januari, berdasarkan analisis data dari Institut Studi Perang bersama Proyek Ancaman Kritis.

Kemajuan Januari meningkat dari 244 kilometer persegi pada Desember 2025 dan menjadi salah satu pencapaian terbesar selama bulan musim dingin sejak perang dimulai empat tahun lalu.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement