Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Megawati Kenalkan Falsafah Pancasila saat Bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi

Felldy Utama , Jurnalis-Rabu, 04 Februari 2026 |23:43 WIB
Megawati Kenalkan Falsafah Pancasila saat Bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi
Megawati Kenalkan Falsafah Pancasila saat Bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi
A
A
A

JAKARTA- Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UEA, pada Rabu (4/2/2026).

Megawati turut mengenalkan falsafah Pancasila dalam pertemuan tersebut. Hal ini diungkap Duta Besar RI untuk Tunisia yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Agama (non-aktif) Zuhairi Misrawi.

‘’Ibu Megawati mengenalkan Indonesia sebagai negara yang mempunyai landasan falsafah yang kokoh, yaitu Pancasila. Beliau menjelaskan bahwa falsafah ini digali langsung oleh Bung Karno dari khazanah pemikiran dan kebudayaan Nusantara," kata Zuhairi.

Dia mengatakan, Megawati turut menekankan kepada Pangeran Sheikh Khaled bahwa Pancasila telah terbukti ampuh mempersatukan warga Indonesia yang sangat majemuk, baik dari segi agama, suku, maupun bahasa.

Menurut Megawati, nilai-nilai universal yang terkandung dalam Pancasila memiliki kesamaan napas dengan visi global yang diusung oleh Uni Emirat Arab (UAE).

"Falsafah Pancasila ini sejalan dengan visi dan misi Zayed Award for Human Fraternity (Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia)," lanjut Zuhairi.

Dalam pertemuan hangat tersebut, Megawati juga bernostalgia mengenai peran strategisnya dalam Zayed Award for Human Fraternity.

 

Megawati mengungkapkan rasa bangganya pernah dipercaya menjadi salah satu dewan juri penghargaan bergengsi tersebut pada tahun 2024.

"Ibu Megawati sangat senang dan bangga saat itu ditunjuk langsung oleh Imam Besar Al-Azhar, Mesir, untuk mewakili umat Islam dan kalangan perempuan sebagai juri," ungkap Zuhairi.

Kebanggaan Megawati semakin lengkap karena pada tahun yang sama, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, terpilih menjadi pemenang Zayed Award for Human Fraternity.

 

Momen itu dianggap sebagai tonggak sejarah pengakuan dunia terhadap wajah Islam Indonesia yang moderat dan damai.

Zuhairi menambahkan, penghargaan dan keterlibatan tokoh bangsa dalam ajang internasional tersebut memiliki dampak diplomatik yang signifikan.

"Penghargaan ini tidak hanya mampu mengenalkan Islam Indonesia ke dunia, melainkan juga dapat memperkokoh hubungan bilateral Indonesia-UAE yang selama ini sudah terjalin sangat baik," pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement