Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPAI Bongkar Bahaya Child Grooming, Kasus Guru di Sukabumi Disebut Fenomena Gunung Es

Felldy Utama , Jurnalis-Sabtu, 07 Februari 2026 |23:17 WIB
KPAI Bongkar Bahaya Child Grooming, Kasus Guru di Sukabumi Disebut Fenomena Gunung Es
Bahaya Child Grooming (foto: freepik)
A
A
A

Ia menambahkan, banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak berakhir dengan jalan damai atau penyelesaian kekeluargaan karena kekhawatiran orang tua terhadap aib atau tekanan dari tokoh masyarakat setempat. Padahal, perdamaian bagi pelaku berarti kebebasan, sementara bagi korban berarti kehancuran masa depan secara permanen.

Kejahatan grooming, lanjut Jasra, juga kerap digeser ke ranah privat, sehingga rawan dimanfaatkan oleh oknum penegak hukum atau profesi tertentu yang mengklaim memiliki kewenangan menyelesaikan perkara.

KPAI pun mengingatkan potensi reviktimisasi oleh oknum Aparat Penegak Hukum (APH).

“Jangan sampai kasus kekerasan seksual pada anak justru dijadikan ladang pemerasan yang berujung pada penghentian penyidikan atau SP3,” pungkasnya.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement