Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AS Tuduh China Gelar Uji Coba Nuklir Rahasia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 08 Februari 2026 |13:02 WIB
AS Tuduh China Gelar Uji Coba Nuklir Rahasia
Ilustrasi.
A
A
A

Robert Floyd, kepala badan pengatur CTBT yang berbasis di Wina, mengatakan sistem pemantauan internasional badan tersebut "tidak mendeteksi peristiwa apa pun yang konsisten dengan karakteristik ledakan uji coba senjata nuklir" pada saat dugaan uji coba China tersebut. Analisis lebih rinci tidak mengubah penentuan tersebut, katanya.

Daryl Kimball, direktur Asosiasi Pengendalian Senjata, mengatakan AS harus membawa bukti kredibel apa pun bahwa Rusia atau China melakukan uji coba nuklir rahasia ke badan pengatur perjanjian dan melakukan pembicaraan teknis dengan China dan Rusia.

Momen Kritis Kontrol Senjata Global

Perjanjian New START 2010 yang berakhir pada Kamis membuat Rusia dan Amerika Serikat untuk pertama kalinya sejak 1972 tanpa batasan yang mengikat pada penempatan rudal dan hulu ledak strategis mereka.

Trump ingin menggantinya dengan perjanjian baru yang mencakup China, yang dengan cepat meningkatkan persenjataannya sendiri. Sementara itu, Washington mengatakan akan terus memodernisasi kekuatan nuklirnya.

"Rusia dan China tidak seharusnya mengharapkan Amerika Serikat untuk berdiam diri sementara mereka menghindari kewajiban dan memperluas kekuatan nuklir mereka. Kami akan mempertahankan pencegahan nuklir yang kuat, kredibel, dan modern," tulis Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam sebuah unggahan di platform penerbitan daring Substack.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement