YERUSALEM – Puluhan pemukim ilegal Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada hari kelima bulan puasa Ramadhan, Minggu (22/2/2026), menurut laporan media Palestina.
Para pemukim ilegal memasuki kompleks dan melakukan ritual Talmud yang provokatif di halaman masjid di bawah perlindungan polisi Israel, demikian dilaporkan kantor berita resmi Wafa.
Kantor berita tersebut menyebutkan bahwa penyerbuan pemukim merupakan bagian dari serangkaian tindakan Israel yang berulang kali dilakukan “untuk melakukan perubahan demografis di masjid dan Yerusalem Timur,” menurut laporan Wafa.
Warga Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki sering menjadi sasaran pelecehan selama penyerbuan pemukim, termasuk serangan fisik terhadap jamaah dan pembatasan akses ke masjid.
Ramadhan di Palestina dimulai pada Rabu (18/2/2026), seperti di beberapa negara Arab lainnya.
Setiap tahun selama Ramadhan, Israel memberlakukan peningkatan langkah-langkah keamanan di Yerusalem Timur yang diduduki dan sekitarnya, dengan pembatasan ketat terhadap akses warga Palestina ke Al-Aqsa.
Polisi Israel pertama kali mengizinkan pemukim memasuki kompleks masjid pada 2003, meskipun ada seruan berulang dari Departemen Wakaf Islam di Yerusalem untuk menghentikannya.
Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga bagi umat Muslim. Orang Yahudi menyebut daerah itu Bukit Bait Suci, mengklaim sebagai lokasi dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Warga Palestina memandang Yerusalem Timur yang diduduki, tempat Al-Aqsa berada, sebagai ibu kota negara masa depan mereka, sementara Israel menganggap Yerusalem—termasuk sektor timur dan baratnya—sebagai ibu kota.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.