Aji mengatakan, Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melakukan penyelidikan epidemiologi dan penguatan surveilans sesuai SOP penanganan campak nasional. Ia memastikan saat ini belum ditemukan laporan kasus tambahan yang berkaitan.
“Surveilans tetap diperketat untuk mendeteksi kemungkinan kasus suspek tambahan,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat memastikan status imunisasi campak lengkap sesuai jadwal, terutama bagi pelaku perjalanan internasional.
Masyarakat yang mengalami gejala demam dan ruam diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Bagi yang terinfeksi campak, diminta membatasi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan.
Ia menambahkan, campak masih ditemukan di berbagai negara dan bersifat sangat menular. Secara nasional, pada 2025 tercatat 9.760 kasus terkonfirmasi, dan hingga Februari 2026 dilaporkan 269 kasus.
Hingga saat ini, tidak terdapat penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional. Pemantauan terus dilakukan melalui sistem surveilans aktif.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.