Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polri Buru Dua WN China Pemasok Alat SMS Blast E-Tilang Palsu

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Rabu, 25 Februari 2026 |20:20 WIB
Polri Buru Dua WN China Pemasok Alat SMS Blast E-Tilang Palsu
Bareskrim Polri (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar sindikat penipuan online modus phishing melalui SMS blast e-tilang palsu, yang dikendalikan dua warga negara (WN) China. Kini, Polri memburu keduanya.

Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji mengatakan, pihaknya telah mengantongi identitas dua pengendali tersebut. Polisi juga akan berkoordinasi dengan Divisi Hubinter Polri dan Interpol.

"Untuk dua pengendali asal China ini, kami sedang mendalami dan sudah mendapatkan identitasnya. Kami berkoordinasi dengan Hubinter dan Interpol. Kami akan menerbitkan red notice dan melakukan komunikasi intens dengan otoritas China, karena di situ tertera alamat pengirimannya," kata Himawan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).

Kepolisian saat ini memvalidasi data lokasi para pengendali tersebut untuk memastikan keberadaan mereka di China.

“Kami pastikan apakah benar alamatnya di sana atau alamat palsu,” lanjutnya.

 

Himawan menjelaskan, kedua WN China merekrut para tersangka di Indonesia melalui ruang digital. Para pengendali memanfaatkan grup chat untuk menawarkan kerja sama ilegal tersebut kepada calon eksekutor di Tanah Air.

“Kedua pengendali ini memulai komunikasi dengan membuat grup chat, lalu menawarkan kerja sama dan menanyakan kesediaan,” ungkapnya.

Selain komunikasi daring, tim dari China bahkan sempat datang ke Indonesia untuk memberikan pelatihan teknis operasional alat SMS blast yang digunakan dalam aksi penipuan.

“Diawali dengan pertemuan. Sempat ada yang hadir dari China untuk melihat situasi dan kemungkinan mengajarkan cara mengoperasikan alat ini. Setelah itu, perangkat dikirim dari China kepada pelaku di Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya, Himawan mengungkapkan lima tersangka yang diamankan yakni WTP (29), FN (41), RW (40), BAP (38), dan RJ (29). Modus operandi mereka adalah mengirim pesan singkat berisi tagihan denda pelanggaran lalu lintas disertai tautan (link) palsu.

“Pengungkapan kasus tindak pidana siber modus SMS blast ini menggunakan tautan phishing palsu dengan modus e-tilang yang mencatut nama instansi pemerintah, yaitu Kejaksaan Agung Republik Indonesia,” ujar Himawan.

 

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan masyarakat dan pihak Kejaksaan Agung pada Desember 2025. Tim patroli siber menemukan sedikitnya 124 tautan website phishing yang tampilannya menyerupai situs resmi pembayaran e-tilang milik Kejaksaan Agung.

Salah satu korban melaporkan kehilangan dana di kartu kreditnya setelah mengklik tautan dari nomor tak dikenal.

“Korban diarahkan ke situs e-tilang palsu yang tampilannya sangat mirip dengan situs resmi. Karena meyakini website tersebut asli, korban memasukkan data pribadi dan data kartu kreditnya. Terjadi transaksi debit ilegal (unauthorized debit transaction) sebesar 2.000 riyal Arab Saudi atau setara Rp8.800.000,” jelasnya.

Himawan memerinci, WTP berperan sebagai pelaku utama yang mengoperasikan perangkat dan melakukan SMS blasting sejak September 2025. FN menyediakan jasa SMS blast dengan klien WN asing serta mengelola kartu SIM sejak Juli 2025, dibantu RW dalam operasionalnya. BAP menjadi operator utama perangkat blasting sejak Februari 2025, sementara RJ bertugas menyediakan atau menjual kartu SIM yang sudah teregistrasi.

Berdasarkan pemeriksaan, kelimanya merupakan kaki tangan yang menerima instruksi langsung dari China melalui aplikasi Telegram dengan akun Lee SK dan Daisy Qiu.

“Penyidik menemukan fakta bahwa kejahatan ini dikendalikan langsung oleh warga negara asing asal China. Para tersangka di Indonesia merupakan perpanjangan tangan yang menerima dan menjalankan perintah,” imbuh Himawan.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement