Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Direktur Pusat Kontraterorisme AS Mundur karena Perang dengan Iran

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 17 Maret 2026 |23:53 WIB
Direktur Pusat Kontraterorisme AS Mundur karena Perang dengan Iran
Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat (AS), Joe Kent, mengundurkan diri karena perang dengan Iran (Via Al Jazeera)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat (AS), Joe Kent, mengundurkan diri karena perang dengan Iran. 

Kent merupakan sosok yang memberikan nasihat kepada Presiden Donald Trump. 

Melansir Al Jazeera, Selasa (17/3/2026), dalam surat pengunduran diri yang diposting di X, Joe Kent mengatakan ia tidak dapat "dengan hati nurani yang baik" mendukung perang yang sedang berlangsung.

"Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat," katanya.

Ia menunjuk pada janji Trump di masa lalu untuk mengakhiri keterlibatan AS di luar negeri. 

"Anda memahami bahwa perang di Timur Tengah adalah jebakan yang merampas nyawa para patriot kita dan menghabiskan kekayaan dan kemakmuran negara kita".

Pengunduran diri ini adalah yang paling menonjol dari pemerintahan Trump sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Ancaman yang begitu mendesak dianggap sebagai prasyarat bagi presiden AS untuk melancarkan serangan militer tanpa persetujuan Kongres berdasarkan hukum AS. Hal ini juga penting untuk melancarkan serangan legal terhadap negara-negara berdaulat berdasarkan hukum internasional.

Trump telah menominasikan Kent untuk memimpin peran tersebut setelah sebelumnya mendukung kampanyenya yang gagal untuk Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Ia sebelumnya adalah seorang Ranger Angkatan Darat dan anggota Pasukan Khusus AS, yang telah menjalani 11 penugasan tempur di Timur Tengah. Istrinya tewas akibat serangan bom bunuh diri ISIL (ISIS) di Suriah pada 2019.

Dalam surat pengunduran dirinya, Kent merujuk pada kematian istrinya, mengatakan istrinya tewas dalam perang yang "direkayasa oleh Israel".

“Saya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk berperang dan mati dalam perang yang tidak memberikan manfaat bagi rakyat Amerika dan tidak membenarkan pengorbanan nyawa warga Amerika,” tulisnya.

Hingga saat ini, 13 tentara AS telah tewas sejak perang dimulai. Setidaknya 1.444 orang telah tewas di Iran, 20 orang di seluruh wilayah Teluk, dan setidaknya 15 orang di Israel.

Gedung Putih dan Kantor Direktur Intelijen Nasional tidak segera menanggapi pengunduran diri tersebut.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement